Ini Fase Transisi Menuju Menopause
Saat wanita memasuki usia 40–50-an, pada umumnya akan melewati fase Klimakterium.--
KORANLINGGAUPOS.ID - Saat wanita memasuki usia 40–50-an, biasanya dan pada umumnya akan melewati fase Klimakterium.
Apa itu fase Klimakterium ?
Dikutip dari alodokter, ini adalah fase transisi seorang wanita menuju menopause. Pada masa ini, kadar hormon estrogen dan progesteron mulai menurun secara perlahan.
Ada beberapa tanda yang cukup sering muncul saat wanita memasuki fase klimakterium. Pertama mengalami perubahan siklus haid. Haid bisa datang lebih cepat, lebih lambat, atau bahkan terlewat beberapa bulan. Jumlah darah haid juga dapat berbeda dari biasanya, bisa lebih sedikit atau justru lebih banyak. Hal ini terjadi karena produksi hormon estrogen dan progesteron mulai menurun dan tidak stabil. Akibatnya, pelepasan sel telur tidak lagi teratur, sehingga saat klimakterium adalah fase yang dijalani, pola haid pun ikut berubah.
Rasa panas mendadak. Hot flash ditandai dengan rasa panas yang muncul tiba-tiba, terutama di wajah, leher, atau dada. Keluhan ini bisa datang tanpa pemicu yang jelas. Hal ini terjadi karena adanya penurunan hormon estrogen yang memengaruhi pusat pengatur suhu tubuh di otak. Karena itu, tubuh lebih mudah “salah menangkap” perubahan suhu.
Biasanya, rasa panas disertai keringat berlebih dan kadang membuat tidak nyaman, terutama saat malam hari. Keluhan ini sering dialami ketika klimakterium adalah fase transisi hormon.
Sebagian wanita yang mengalami klimakterium sering merasa lebih sulit tidur nyenyak. Tidur malam sering terbangun atau terasa tidak segar saat bangun pagi. Gangguan tidur ini bisa berkaitan dengan perubahan hormon maupun hot flash di malam hari, yang umum terjadi saat klimakterium.
Klimakterium juga bisa ditandai dengan emosi yang terasa lebih sensitif dari biasanya. Mudah cemas, cepat marah, atau merasa sedih tanpa alasan yang jelas dapat muncul. Hormon estrogen berperan dalam mengatur zat kimia otak yang memengaruhi emosi. Ketika ada penurunan hormon, kestabilan suasana hati pun ikut terpengaruh.
Pada fase klimakterium, vagina biasanya terasa lebih kering sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat berhubungan intim. Selain itu, frekuensi buang air kecil juga bisa meningkat. Keluhan ini umumnya berkaitan dengan penurunan hormon yang terjadi pada fase ini.
Penurunan gairah seksual juga bisa terjadi pada fase klimakterium. Hal ini bisa terjadi karena perubahan hormon memengaruhi respons seksual dan energi tubuh. Selain itu, faktor emosional dan rasa tidak nyaman di tubuh juga dapat ikut menurunkan gairah seksual.
Perubahan fisik dan metabolisme