Minuman Dingin Mulai Rp 5.000 Jadi Incaran Warga Saat Ramadan
Segar dan Terjangkau, Minuman Dingin Mulai Rp 5.000 Jadi Incaran Warga Saat Ramadan -FOTO: DOK. PUTRI ANANDA-
LUBUKLINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Deretan minuman dingin berwarna-warni tampak menggoda di bawah tenda merah bertuliskan “Satu Tempat Sejuta Rasa” di kawasan Jalan Puyuh, samping Masjid Agung As Salam, Jalan Garuda, Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Sejak awal Ramadan, lapak sederhana ini tak pernah sepi pembeli.
Berlokasi tepat di samping Masjid Agung As Salam, keberadaan penjual minuman ini menjadi titik persinggahan favorit warga yang berburu takjil menjelang waktu berbuka. Harganya yang ramah di kantong, mulai dari Rp 5.000 per gelas, membuatnya menjadi salah satu incaran masyarakat dari berbagai kalangan.
Beragam pilihan tersedia, mulai dari es cocopandan, es capucino cincau, es mangga, es buah, alpukat, taro, hingga es kuwut yang menyegarkan. Dalam etalase transparan, potongan buah segar tampak berpadu dengan es batu kristal dan sirup beraroma khas. Warna-warninya yang cerah seolah menjadi magnet tersendiri bagi pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Dari segi rasa, setiap varian menawarkan sensasi berbeda. Es mangga menghadirkan perpaduan manis dan sedikit asam yang menyegarkan tenggorokan setelah seharian berpuasa. Es buah menyajikan kombinasi potongan buah dengan sirup dan susu yang lembut. Sementara alpukat terasa creamy dan cukup mengenyangkan, cocok bagi yang ingin minuman sekaligus penunda lapar. Taro dengan cita rasa manis khas umbi-umbian juga menjadi favorit kalangan remaja. Adapun es kuwut, dengan campuran kelapa muda dan biji selasih, memberikan sensasi segar alami yang pas dinikmati saat azan magrib berkumandang.
Selain rasa, faktor harga menjadi daya tarik utama. Di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan, minuman dengan banderol mulai Rp 5.000 hingga belasan ribu rupiah dinilai sangat terjangkau. Tak heran, lapak ini selalu dipadati pembeli sejak pukul 16.00 WIB.
“Biasanya mulai ramai jam empat sore. Mendekati magrib, pembeli semakin padat. Dalam sehari bisa ratusan gelas terjual,” ujar salah satu penjaga lapak.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Setelah menahan haus hampir 13 jam, masyarakat cenderung mencari minuman yang manis dan dingin untuk mengembalikan energi dengan cepat. Kandungan gula dari buah serta sensasi dingin es membantu menyegarkan tubuh dan tenggorokan yang kering.
Tak hanya minuman, pembeli juga diingatkan untuk tidak melewatkan camilan pelengkap berbuka. “Jangan lupa beli pisang wijennya juga,” ucap penjaga lapak sambil tersenyum. Pisang wijen yang digoreng renyah dengan balutan wijen gurih ini menjadi pasangan sempurna untuk menikmati segelas minuman dingin saat berbuka.
Penyajian yang higienis dan bahan yang terlihat segar turut menambah kepercayaan pelanggan. Dengan banyaknya pilihan rasa dalam satu tempat, pembeli dapat menyesuaikan selera tanpa harus berpindah lapak.
Ramadan memang membawa berkah tersendiri bagi para pedagang takjil di Lubuklinggau. Minuman dingin yang segar, harga terjangkau, serta tambahan camilan lezat seperti pisang wijen menjadikan lapak ini primadona, menghadirkan kesejukan di tengah hangatnya suasana berbuka puasa.