Seblak Prasmanan itse Jadi Magnet Baru di Bandung Ujung
Seblak Prasmanan itse di Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. --foto Putri Ananda--
KORANLINGGAUPOS.ID - AROMA kuah pedas yang mengepul dari deretan panci besar itu langsung 'menyergap' siapa saja yang melintas di depan Pegadaian, tepatnya di Jalan Garuda, Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Di lokasi inilah, usaha seblak prasmanan yang baru beroperasi sekitar tiga bulan, mulai mencuri perhatian warga, terlebih di bulan Ramadhan.
Mengusung konsep prasmanan atau suki, pelanggan bebas memilih sendiri aneka topping sebelum diracik dalam kuah seblak pedas khas atau kuah suki sesuai selera. Sistem ini dinilai praktis sekaligus fleksibel karena pembeli dapat menyesuaikan isi mangkuk dengan anggaran masing-masing.
Topping Lengkap, Harga Bersahabat
Di dalam freezer kaca atau showcase, tersusun rapi berbagai jenis makanan beku (frozen food). Mulai dari aneka bakso ikan, sosis, crab stick, chikuwa, dumpling keju, hingga beragam kerupuk mentah yang menjadi ciri khas seblak. Setiap wadah dilengkapi label harga yang jelas.
Untuk topping standar, dengan membanderol harga Rp 2.000 per item. Namun, terdapat juga pilihan dengan harga bervariasi mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 3.000, tergantung jenis dan ukuran bahan.
Kerupuk percentong dan berbagai jenis kerupuk lainnya dijual dengan kisaran harga Rp 1.000-Rp 2.000. Selain itu tersedia telur, bahan tambahan, serta aneka topping premium yang harganya sedikit lebih tinggi.
“Pembeli bisa ambil sendiri sesuai selera. Mau banyak topping atau sederhana saja, semuanya tergantung pilihan mereka,” ujar Eci saat ditemui di lokasi oleh wartawan KORANLINGGAUPOS.ID Minggu 01 Februari 2026.
Konsep ini membuat seblak prasmanan miliknya diminati pelajar, mahasiswa, hingga keluarga. Dengan uang Rp 10.000 hingga Rp 20.000, pembeli sudah bisa menikmati semangkuk seblak dengan isian cukup lengkap.
Selain bebas memilih topping, pelanggan juga dapat menentukan tingkat kepedasan kuah. Mulai dari level rendah bagi yang tidak terlalu tahan pedas, hingga level tinggi yang menggugah adrenalin pencinta sensasi membakar di lidah.
Kuah seblak yang digunakan memiliki cita rasa gurih pedas dengan aroma kencur yang kuat, ciri khas seblak Sunda yang kini populer di berbagai daerah di Indonesia. Alternatif kuah suki juga tersedia bagi pembeli yang ingin sensasi berbeda, lebih ringan namun tetap hangat.
Memasuki bulan Ramadan, usaha seblak prasmanan ini mulai ramai diserbu pembeli menjelang waktu berbuka. Menu hangat dan pedas dinilai cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
“Kalau Ramadan biasanya ramai menjelang sore sampai malam. Banyak yang beli untuk berbuka atau makan setelah tarawih,” ungkapnya.
Usaha ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Lokasinya yang strategis, tepat di depan Pegadaian, memudahkan warga menemukan tempat tersebut.