20% Sekolah Masuk Kategori Rusak Berat, Langkah ini yang Dilakukan Dinas Pendidikan

Tim Dinas Pendidikan Kota Palembang meninjau infrastruktur sekolah. - Foto: Dok. SUMEKS-

KORANLINGGAUPOS.ID - Pembenahan sarana dan prasarana sekolah jadi fokus Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang . Tujuannya agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung aman, nyaman, dan efektif bagi siswa maupun tenaga pendidik.  

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Kasi Sarpras) SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang, Basri Fachrurrozi Ajibamurhab S.Pd, mengatakan salah satu yang menjadi perhatian adalah perbaikan plafon rusak di ruang perpustakaan dan laboratorium di sejumlah sekolah. 

"Ruang perpustakaan dan laboratorium bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan jantung penguatan literasi dan praktik pembelajaran berbasis eksperimen. Kerusakan plafon berpotensi mengganggu kenyamanan bahkan keselamatan siswa, sehingga harus segera ditangani," jelasnya dikutip dari sumateraekspres.id, Senin 2 Maret 2026. 

Ia menegaskan, pihaknya memprioritaskan perbaikan pada titik-titik yang berdampak langsung terhadap efektivitas KBM. "Perpustakaan dan laboratorium merupakan ruang vital, sehingga kondisinya harus layak dan aman,”jelasnya. 

 

Fachrurrozi  menambahkan, upaya pembenahan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan tingkat kerusakan. Tim teknis telah melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan perbaikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. 

"Selain perbaikan plafon, Dinas Pendidikan juga mendorong peningkatan kualitas fasilitas pendukung lainnya agar tercipta lingkungan belajar yang lebih representatif. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kurikulum dan sumber daya manusia, tetapi juga dari aspek infrastruktur," beber dia.

Ruang kelas, perpustakaan, hingga laboratorium yang layak pakai akan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Siswa dapat menyerap materi dengan lebih fokus tanpa terganggu kondisi atap bocor, plafon rusak, atau fasilitas yang tidak memadai. Di sisi lain, guru pun bisa menjalankan proses pembelajaran secara optimal, kreatif, dan inovatif tanpa harus dibayangi persoalan teknis bangunan. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, M Affan Prapanca mengatakan, dari hasil pendataan pihaknya, ada sekitar 1.300 titik satuan pendidikan telah dikunjungi. Sekitar  20 persen sekolah masuk kategori rusak berat, 25 persen rusak sedang, dan sisanya mengalami kerusakan ringan.  

 

Data tersebut akan menjadi pijakan utama dalam menyusun prioritas anggaran perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. 

“Data ini akan kami gunakan sebagai dasar perencanaan perbaikan. Harapannya, anggaran yang tersedia dapat mencukupi untuk menangani sekolah-sekolah yang paling membutuhkan,” tegasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan