Sempat Naik, Kini Harga Daging Ayam dan Daging Sapi di Pasar B Srikaton Musi Rawas Turun, Ini Penyebabnya
Pedagang ayam di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas.--
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Memasuki bulan Ramadan, tingkat konsumsi masyarakat memang cenderung mengalami peningkatan seiring bertambahnya kebutuhan rumah tangga, terutama untuk keperluan sahur dan berbuka puasa.
Harga daging ayam dan daging sapi pun diawal Ramadan sempat mengalami kenaikan. Namun jelang pertengahan Ramadan, kini justru mengalami penurunan harga.
Seperti dii Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo, harga daging ayam ras dan daging sapi terpantau mengalami penurunan dibandingkan dengan harga pada awal puasa Ramadan.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar B Srikaton, Santoso mengungkapkan harga ayam saat ini dijual dengan kisaran Rp42.000 per kilogram. Harga tersebut turun sekitar Rp 2.000 per kilogram dibandingkan awal Ramadan lalu yang sempat menyentuh Rp44.000 per kilogram.
“Sekarang Rp42.000 per kilo, awal puasa kemarin masih Rp44.000. Untuk penjualan, sehari bisa habis sekitar 100 kilogram,” ungkapnya saat ditemui di lapak ayam Pasar B Srikaton, Selasa 3 Maret 2026.
Meski demikian, Santoso memperkirakan harga ayam akan kembali naik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
“Biasanya kalau sudah mendekati lebaran, harga pasti naik. Tahun kemarin bahkan sempat sampai Rp45.000 per kilo,” jelasnya.
Penurunan harga juga terjadi pada komoditas daging sapi. Pedagang daging sapi, Ayong menyampaikan harga daging sapi saat ini turun dari sebelumnya Rp140.000 per kilogram di awal puasa menjadi Rp130.000 per kilogram. Sementara harga tulang sapi dijual Rp80.000 per kilogram.
“Kalau sekarang penjualan sehari sekitar 30 sampai 40 kilogram,” jelas Ayong.
Ia menambahkan, daging sapi yang dijualnya berasal dari sapi lokal yang dipotong bersama pedagang daging sapi lainnya. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerugian apabila stok tidak habis terjual.
“Kadang tidak habis, jadi sapinya dibagi dengan pedagang lain,” ungkapnya.
Ayong juga mengungkapkan pada awal Ramadan lalu, minat masyarakat terhadap daging sapi cukup tinggi dan diperkirakan akan kembali ramai menjelang Idul Fitri. Namun saat ini, penjualan sedikit terpengaruh karena banyak warga yang mengikuti arisan daging sapi di lingkungan desa mereka.