Takut Akreditasi Anjlok, Sekolah Isi Dapodik tak Sesuai Kondisi Lapangan

Sekjen Kemendikdasmen RI Suharti mengungkapkan prioritas program revitalisasi satuan pendidikan di 2026 adalah sekolah yang memang rusak. - Foto: Dok. Detik Edu-

KORANLINGGAUPOS.ID - Lantaran sekolah takut status akreditasinya anjlok, sekolah tersebut mengisi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang tidak sesuai dengan kondisinya di lapangan. 

Kabar mengejutkan ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Sekjen Kemendikdasmen) Suharti dilansir dari Detik Edu, Selasa 3 Maret 2026.

"Di sana-sini di Dapodik itu memang ada data-data yang tidak pas sesuai kondisi. Jadi, karena sekolah-sekolah itu takut akreditasinya tidak bagus," ungkap Suharti.

Dampaknya, banyak sekolah yang pada dasarnya memiliki kelas rusak, tetapi diajukan sebagai berkondisi baik. Saat ini, Kemendikdasmen tengah melakukan pembaruan Dapodik agar sesuai data di lapangan.

BACA JUGA:Petani Kopi di Kecamatan Selangit Musi Rawas Mulai Panen, Namun Harga Anjlok

BACA JUGA:Harga iPhone 14 Anjlok Jadi Rp8 Jutaan di Januari 2026, Masih Layak Dibeli?

Merespons temuan ini, Suharti mengatakan pihaknya mengharuskan sekolah melakukan validasi kembali kondisi bangunan, terutama bagi yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah, lewat program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

"Jadi kita ini sedang melakukan sekaligus dengan program revitalisasi ini, melakukan validasi kembali satuan-satuan pendidikan yang kondisinya memang perlu mendapatkan perhatian pemerintah," jelas Suharti lagi.

Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menargetkan, program revitalisasi satuan pendidikan di 2026 akan menyasar 11 ribu satuan pendidikan. Jumlah ini akan diprioritaskan bagi sekolah di daerah yang terdampak bencana.

Kendati demikian, Presiden Prabowo Subianto meminta Mendikdasmen untuk menambah target penerima manfaat program revitalisasi satuan pendidikan sebanyak 60 ribu sekolah.

BACA JUGA:Harga iPhone 17 Air Anjlok di Awal 2026, Diskon hingga 15 Persen Bikin Makin Menggiurkan

BACA JUGA:Penjualan Motor Listrik Mulai Anjlok Tanpa Subsidi

Kini, program tersebut disiapkan untuk memberikan bantuan bagi sekitar 71 ribu sekolah di Indonesia. Prioritas program revitalisasi satuan pendidikan di 2026 adalah sekolah yang memang rusak.

Nantinya, sekolah yang hanya memerlukan rehab kecil bisa menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan