18 Maret Puncak Arus Mudik 2026, Polri Sediakan Layanan Penitipan Kendaraan Bermotor

Rakor Lintas Sektor mematangkan strategi pengamanan dalam menyambut arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Mapolda Sumsel, Senin pagi 2 Maret 2026. - Foto: Dok. SUMEKS-

SUMSEL, KORANLINGGAUPOS.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mematangkan strategi pengamanan dalam menyambut arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra MH mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Bidang Operasional Tingkat Menteri secara daring dari Mapolda Sumsel, Senin pagi 2 Maret 2026. 

Rakor dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (Bijakops) Operasi Ketupat 2026. Hadir juga Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menhub Dudy Purwagandhi, dan pejabat lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Dr Pratikno menyampaikan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, estimasi pergerakan masyarakat pada mudik tahun ini mencapai 143,9 juta orang. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026.

 

Tantangan utama mudik tahun ini adalah faktor cuaca. Periode mudik yang bertepatan dengan puncak musim penghujan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. 

“Keselamatan jiwa adalah prioritas tertinggi. Kita harus menghindarkan masyarakat dari risiko kecelakaan, kriminalitas, hingga bencana alam melalui mitigasi yang terintegrasi,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hambatan di lapangan, pemerintah menetapkan sejumlah fokus utama. Pertama, mitigasi bencana dengan respons cepat melalui Satgas Gabungan yang terdiri atas Polri, BPBD, Basarnas, dan Dinas Pekerjaan Umum.

Satgas ini disiagakan di tingkat polres dengan target waktu respons kurang dari 30 menit apabila terjadi longsor atau banjir. Kedua, peningkatan keselamatan pemudik sepeda motor melalui screening ketat di titik keberangkatan utama.

 

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghindari mudik jarak jauh menggunakan sepeda motor, terutama yang membawa anak kecil, serta memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan. Patroli intensif juga akan ditingkatkan di jalur arteri dan rest area.

Selain itu, sebanyak 6.859 masjid akan dioptimalkan sebagai safe point atau titik aman bagi para pemudik. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan agar seluruh jajaran tidak meremehkan situasi meskipun terdapat fluktuasi data pergerakan masyarakat.

Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Kapolri meminta setiap keputusan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow atau one way, didasarkan pada data real-time melalui perhitungan volume capacity ratio (V/C ratio).

“Tampilkan wajah Polri yang melayani. Lakukan penegakan hukum secara persuasif dan edukatif. Pastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan responsif,” ujarnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan