Harga Daging di Pasar Inpres Lubuk Linggau Masih Stabil di Pertengahan Ramadan
Pedagang Daging di Pasar Inpres Lubuk Linggau - FOTO: PUTRI ANANDA-
KORANLINGGAUPOS.ID - Memasuki pertengahan bulan Ramadan, harga daging sapi di Pasar Inpres Lubuk Linggau yang beralamat di Jalan Kalimantan Nomor 18, Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, terpantau masih relatif stabil. Kondisi ini membuat masyarakat masih cukup leluasa membeli daging untuk kebutuhan memasak sehari-hari maupun persiapan menyambut Idul Fitri.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pedagang menyebutkan bahwa harga daging sapi hingga saat ini belum mengalami kenaikan signifikan meskipun permintaan perlahan mulai meningkat seiring berjalannya Ramadan.
Untuk harga daging sapi kualitas utama atau daging AS saat ini dijual sekitar Rp 140.000 per kilogram. Sementara itu, daging sop yang biasanya digunakan untuk masakan berkuah seperti sop dan semur dijual sekitar Rp 120.000 per kilogram.
Selain daging utama, berbagai bagian lain dari sapi juga tersedia dengan harga yang bervariasi. Kikil dijual sekitar Rp 35.000 per kilogram, sedangkan tulang iga berada di kisaran Rp 125.000 per kilogram. Bagian lain seperti tulang rawan dan tulang leher masing-masing dijual dengan harga sekitar Rp 80.000 per kilogram.
Tak hanya itu, bagian jeroan seperti ginjal sapi juga masih banyak diminati masyarakat dan dijual dengan harga sekitar Rp 100.000 per kilogram.
Para pedagang mengatakan, hingga pertengahan Ramadan ini pasokan daging masih cukup tersedia sehingga harga belum mengalami lonjakan. Namun, mereka memperkirakan permintaan akan mulai meningkat mendekati Idul Fitri, ketika masyarakat mulai menyiapkan berbagai hidangan khas Lebaran seperti rendang, semur, hingga sop daging.
Salah seorang pedagang daging di Pasar Inpres mengatakan bahwa pembeli memang mulai ramai dibanding awal Ramadan, tetapi belum terjadi lonjakan besar seperti biasanya menjelang hari raya.
“Untuk sekarang harga masih stabil, belum ada kenaikan. Biasanya kalau sudah mendekati Idul Fitri baru mulai ramai sekali pembeli dan harga bisa ikut naik,” ujarnya saat ditemui di lapak oleh wartawan KORANLINGGAUPOS.ID Kamis 12 Maret 2026.
Sementara itu, beberapa pembeli mengaku sengaja mulai memantau harga daging sejak sekarang. Mereka berharap harga tetap stabil sehingga bisa membeli dalam jumlah lebih banyak untuk stok di rumah.
Dengan kondisi harga yang masih relatif stabil ini, masyarakat diharapkan dapat merencanakan kebutuhan bahan makanan lebih awal menjelang Hari Raya Idul Fitri tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga yang terlalu tinggi.