Pemantapan Karu dan Karom, Implementasi skema Tanazul dan Murur

Pemantapan Ketua Regu dan Ketua Rombongan berlangsung Kamis 2 April 2026 bertempat di Auditorium UPT Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang. -Foto: Dok. Kemenhaj Sumsel-

SUMSEL, KORANLINGGAUPOS.ID - Guna meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan bagi jemaah haji, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Palembang secara resmi menggelar kegiatan Pemantapan Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom). 

Acara yang berlangsung Kamis 2 April 2026 bertempat di Auditorium UPT Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang ini menyoroti implementasi skema Tanazul dan Murur sebagai solusi strategis mengurai kepadatan pada puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, H.M. Arkan Nurwahidin. 

Dalam arahannya, Arkan menekankan bahwa koordinasi yang kuat di tingkat kloter adalah kunci kesuksesan penyelenggaraan haji tahun ini.

 

Sinergi Karu dan Karom sebagai Ujung Tombak Informasi.

Arkan mengungkapkan bahwa peran Karu dan Karom sangat krusial dalam struktur organisasi kloter. 

Mereka bukan sekadar pemimpin administratif, melainkan penyambung lidah antara petugas dan jemaah.

"Dalam satu kloter, terdapat ketua kloter, pembimbing ibadah, dan tenaga kesehatan. Namun, peran serta Bapak dan Ibu sebagai Karu dan Karom menjadi sangat penting karena Anda adalah penyambung informasi langsung kepada jemaah di rombongan dan regu masing-masing," tegas Arkan.

 

Salah satu poin utama dalam pemantapan ini adalah sosialisasi kebijakan Tanazul dan Murur. 

Untuk musim haji 2026 ini, Arkan mengonfirmasi bahwa terdapat lima kelompok terbang (kloter) dari Embarkasi Palembang yang akan menerapkan skema Tanazul.

Apa itu Tanazul dan Murur?

• Tanazul: Jemaah pada kloter tertentu tidak akan menginap (mabit) di tenda Mina. Setelah menyelesaikan prosesi melontar Jumrah, jemaah akan langsung kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban kapasitas tenda di Mina yang seringkali mengalami kepadatan ekstrem.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan