Gerak Cepat, POPT di Musi Rawas Lakukan Gerdal Hama Ulat Grayak pada Tanaman Jagung

Petugas Brigade Unit II Tugumulyo saat menjelaskan cara penggunaan insektisida kepada para petani di kelompok tani Budi Karya Desa Mataram Kecamatan Tugumulyo. sebelum melakukan gerdal ulat grayak pada tanaman jagung. -Foto : Dok PPL Suwanto SP.-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Tugumulyo dan Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) gerak cepat, melakukan pengendalian terhadap OPT Hama Ulat Grayak pada tanaman jagung.

Pengendalian yang dilakukan tersebut, merupakan upaya dari POPT dan PPL untuk antisipasi dini melindungi tanaman jagung milik petani yang tergabung  dalam kelompok tani Budi Karya Desa Mataram Kecamatan Tugumulyo.

Suwanto., SP, PPL disana mengatakan, gerdal juga dilakukan sebagai tindak lanjut laporan dari para petani dan hasil monitoring petugas di lapangan, serta menekan pertumbuhan dan perkembangan penyebaran akan OPT Hama Ulat Grayak yang memiliki nama lainnya Spodoptera Frugiperda yang menyerang tanaman jagung.

"Pengendalian yang dilakukan kali ini dengan cara penyemprotan yang menggunakan insektisida yang berbahan aktif Dimehipo. Cara ini sangat efektif mengendalikan ulat grayak, terutama pada tanaman padi, jagung, dan hortikultura, karena bekerja secara sistemik, kontak, dan lambung," jelasnya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Rabu 8 April 2026.

BACA JUGA:Ingin Hama Pergi Tanpa Kembali, POPT : Terapkan Prinsip 6 Tepat

BACA JUGA:POPT Tugumulyo Klaim Gropyokan Lebih Manjur Atasi OPT Hama Tikus, Ini Alasannya

Ia menambahkan, insektisida yang digunakan tersebut merupakan bantuan dari Brigade Unit II Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, dengan adanya pengendalian yang dilakukan ini para petani dapat para petani tidak takut lagi khawatir akan turunnya hasil produksi pada tanaman jagung miliknya.

Dikatakannya, sebelum melaksanakan kegiatan pengendalian. Para petani diberikan edukasi terlebih dahulu cara pengaplikasian insektisida tersebut ke tanaman jagung milik mereka. 

Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi kelebihan dosis yang digunakan, karena jika lebih penggunaan dosisnya berlebih atau salah dalam pengaplikasian dapat berdampak pada tanaman jagung itu sendiri, 

"Kami berharap dengan dilakukannya pengendalian sedini mungkin dapat memberikan dampak yang baik dari hasil produksi tanaman jagung itu sendiri, sehingga para petani dapat meningkatkan ekonomi keluarganya masih-masing," harapnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan