Banyak yang Pensiun, Muratara Kekurangan 28 Pengawas Sekolah
M Andrian Fathursyah, SP M.M - Kepala Disdik Kabupaten Muratara -Foto: Dok. Disdik Muratara -
MURATARA, KORANLINGGAUPOS.ID - Hampir di seluruh daerah mengalami kekurangan pengawas sekolah, demikian juga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara mereka kekurangan pengawas sekolah baik SD maupun SMP karena banyak pengawas pensiun.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, M Andrian Fathursyah, SP M.M menjelaskan bahwa Muratara kekurangan pengawas sebanyak 28 orang, untuk pengawas SD dan SMP.
"Jumlah pengawas Muratara saat ini tinggal orang, " katanya kepada KORANLINGGAUPOS.ID.
BACA JUGA:Sempat Dinonaktifkan, Kemensos Lakukan Ground Check 16 Ribu Peserta BPJS-Kesehatan Muratara
BACA JUGA:Soal Kasus Rapin ART asal Muratara, Komisi XIII DPR Desak Pendekatan Restorative Justice
Adrian sapaan akrab M Andrian Fathursyah mengaku pengawas sekolah Kabupaten Musi Rawas, digabung antara pengawas SD dan SMP. "Pengawas SD dan SMP sama tidak dibedakan," akunya.
Untuk mengatasi masalah kekurangan pengawas sekolah, Andrian menyatakan pihaknya sudah mengajukan permohonan penambahan pengawas ke Kementerian Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
"Kami sudah mengajukan permohonan untuk penambahan pengawas sekolah. Kami mengajukan 28 orang pengawas, namun yang direkomendasikan ke Mandikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) setujui 24 orang," jelasnya.
Namun belum sekarang belum direalisasikan karena proses penerimaan pengawas diseleksi melalui aplikasi KSPS (Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah).
BACA JUGA:MTQ ke-10 Tingkat Kabupaten Muratara Dilaksanakan 28 April - 2 Mei 2026
Syarat untuk menjadi pengawas ketat.
"Banyak syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi pengawas sekolah. Tidak memenuhi syarat tidak bisa menjadi pengawas, " jelasnya.