Ini Penyebab dan Gejala Bayi Kuning
Bayi kuning yang patut diwaspadai adalah ketika terjadi kurang dari 24 jam setelah kelahiran atau berlangsung lebih dari 2 minggu.--
KORANLINGGAUPOS.ID - Sering dengar bayi kuning ? Penyakit kuning atau jaundice umumnya menyerang bayi baru lahir yang berusia sekitar 1 minggu.
ADA beberapa gejala bayi kuning yang mudah dikenali adalah kulit dan mata yang menguning, warna urine lebih pekat, dan tinja berwarna sedikit lebih putih atau pucat.
Dilansir dari alodokter, bayi kuning mengalami gejala seperti sangat lemas atau dehidrasi, tidak mau menyusu dan mengalami kejang.
Penyebab bayi kuning dampak dari tingginya kadar bilirubin dalam darah bayi. Bilirubin itu sendiri merupakan zat berwarna kuning yang diproduksi tubuh saat sel darah merah pecah.
BACA JUGA:Bayi Dijual Ayah Kandung Rp 25 Juta, Bidan yang Menolong Kaget
BACA JUGA:Penemuan Bayi di Empat Lawang, Kini Diinkubator Kondisi Ari-ari Menunjukkan Kejanggalan
Pada dasarnya, tubuh bayi memang lebih banyak memproduksi bilirubin daripada orang dewasa. Namun, karena organ hati bayi yang bertugas membuang bilirubin belum dapat bekerja dengan semestinya, bilirubin akan menumpuk di dalam tubuh hingga akhirnya menimbulkan gejala penyakit kuning.
Bayi kuning umumnya dapat sembuh dengan sendirinya seiring perkembangan fungsi organ hati bayi dalam membuang bilirubin. Akan tetapi, pada kondisi tertentu, bayi kuning juga dapat menjadi tanda dari suatu masalah kesehatan yang diderita.
Bayi kuning yang patut diwaspadai adalah ketika terjadi kurang dari 24 jam setelah kelahiran atau berlangsung lebih dari 2 minggu.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan bayi mengalami penyakit kuning seperti mengalami gangguan organ hati atau saluran empedu, seperti atresia bilier, cystic fibrosis, atau hepatitis. Penyakit infeksi, seperti sepsis, meningitis, dan infeksi virus. Kelainan pada sel darah merah bayi, misalnya anemia hemolitik, anemia sel sabit, dan inkompatibilitas rhesus. Kekurangan oksigen atau hipoksia. Kekurangan enzim, misalnya pada penyakit dan kelainan genetik serta efek samping obat-obatan tertentu.
BACA JUGA:Kapolres Empat Lawang Instruksikan Penyelidikan Kasus Pembuangan Bayi
BACA JUGA:Tidak Otomatis, ini Syarat Mendaftarkan Bayi jadi Peserta BPJS Kesehatan Via WA PANDAWA
Bayi juga akan lebih berisiko terkena penyakit kuning jika mengalami terlahir prematur atau lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu.
Tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula. Terdapat cedera atau memar, misalnya akibat persalinan yang lama atau sulit dan terlahir dari ibu yang memiliki diabetes gestasional.