Bupati Muratara Minta Warganya Jangan Mudah Menyebut Miskin
Bupati Muratara - H Devi Suhartoni--
MURATARA, KORANLINGGAUPOS.ID - Masih banyak warganya yang belanja ke daerah Singkut Sarolangun Jambi, diakui Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H Devi Suhartoni.
Belum lagi, masih banyak masyarakat Muratara yang belum mau bertanaman sayur mayur, pelihara ikan dengan baik dan benar serta beternak ayam petelur ayam.
"Ini tantangan kami saat ini. Agar kedepan semua perputaran ekonomi terjadi di Kabupaten Muratara," ungkap Devi.
Untuk itu Devi minta, semua arah penggerak ekonomi pedagang, kelontongan, ram sawit, ikut berpartisipasi saat sensus ekonomi, agar data yang didapat jelas dan benar.
BACA JUGA:Siap Disaat Darurat, Bupati Muratara Instruksikan Setiap Kades Harus Punya Ketek
BACA JUGA:Peristiwa Kecelakan Bus dan Mobil Tengki Menyisakan Duka Bagi Bupati Muratara
"Dengan harapan, kedepan kita tidak nginduk lagi ke Lubuk Linggau," jelasnya.
Ia pun ingatkan warganya untuk tidak sembarangan menjawab, apalagi mengaku miskin dengan petugas hanya untuk mendapat bantuan. Masih banyak yang sebenarnya mampu tetapi menerima bantuan pemerintah sementara yang benar benar harus menerima, tidak dapat sama sekali.
Jika semua menjawab miskin membuat data yang dihasilkan salah, dan Muratara dianggap miskin terus. Padahal kalau dilihat dan dibandingkan dengan daerah lain, Muratara tidak semiskin itu.
Warga Muratara tulisnya, punya kebun sawit rakyat baik sendiri maupun plasma lebih kurang 120.000 hektar. Jika 120.000 Ha x per hektar rata-rata 85 batang produktif x per batang menghasilkan janjang 1.5 janjang dan x 8kg per janjang, maka total produksi sawit rakyat 122.400.000 kg x hargo ram Rp 2.900 = 354.000.000.000, setiap 15 hari. Sebulan ada hasil kotor dari sawit di Muratara Rp 709.90 miliar.
"Seharusnya pertumbuhan ekonomi kita kencang, tetap sekarang kita masih banyak belanja ke Singkut ke Lubuk Linggau. Karena masyarakat kito belum mau bertanaman sayur mayur, pelihara ikan dengan baik dan benar serta telor ayam. Dan ini tantangan kami pemerintah agar perputaran duit di Muratara," ungkapnya.
Belum lagi tambahnya dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ada Rp 21 miliar setiap bulan masuk Muratara, maka harus disambut dengan jual dan beli di Muratara, sehingga ada perputaran uang di Muratara.