Kenali Tanda Shalat Kita Telah Diterima
Hakikat shalat adalah penyerahan diri secara total kepada Allah, melalui sujud dan kepasrahan kepada Tuhan semesta alam.-Foto: Pemprov Sumsel.-
KORANLINGGAUPOS.ID-Shalat adalah ibadah yang diperintahkan Allah SWT kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dan umatnya tanpa melalui perantara.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, ibadah sering kali hanya menjadi rutinitas simbolik.
Shalat dikerjakan sekadar untuk menggugurkan kewajiban.
Karena itu, Baginda Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang artinya: “Akan datang suatu masa menimpa manusia, banyak yang melakukan shalat, padahal sebenarnya mereka tidak shalat.”
BACA JUGA:Bupati Bersama Forkompinda Muratara Shalat di Masjid Asy Syuhada
BACA JUGA:Persiapan Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung As-Salam Lubuk Linggau, Ini Daftar Petugasnya
Hadits ini mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga shalat dari seluruh aspek yang berkaitan dengannya, mulai dari sisi fiqih hingga hakikat shalat itu sendiri.
Dalam QS Al-Baqarah ayat 238, Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Peliharalah semua shalat fardu dan shalat Wus??. Berdirilah karena Allah dalam shalat dengan khusyuk.”
Dilansir dari catatan Ustadz Abdul Karim Malik yang dimuat dalam laman NU Online, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Marah Labid jilid II halaman 218 menjelaskan bahwa ayat tersebut memerintahkan kita untuk menjaga shalat dengan menyempurnakan rukun dan syarat-syaratnya.
Tidak hanya itu, dalam penggalan ayat tersebut kita juga diperintahkan untuk berdiri dalam shalat dengan keadaan khusyuk.
BACA JUGA:Khusyuk Shalat Idulfitri 1447 H Bersama Bupati dan Wabup Empat Lawang
Ini menjadi rambu-rambu tentang hakikat shalat, yaitu penyerahan diri secara total kepada Allah, melalui sujud dan kepasrahan kepada Tuhan semesta alam.
Setelah mengerjakan shalat dengan tata cara fiqih yang benar dan berusaha mengamalkan hakikat shalat, terkadang kita masih dihadapkan pada kekhawatiran mengenai apakah shalat kita diterima atau tidak?