Fase Mina Clear, Kemenhaj Evaluasi Armuzna

Rapat evaluasi digelar Sabtu 30 Mei 2026 di Daker Makkah setelah fase Mina dinyatakan selesai atau Mina clear.-Foto: Kemenhaj RI.-

KORANLINGGAUPOS.ID-Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf, memimpin rapat evaluasi pelaksanaan layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sesaat setelah seluruh jemaah haji Indonesia meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

Rapat evaluasi digelar Sabtu 30 Mei 2026 di Daker Makkah setelah fase Mina dinyatakan selesai atau Mina clear. 

Hingga pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil skema Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dengan aman dan tertib, menandai berakhirnya fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.

Dalam rapat tersebut, Menhaj meminta seluruh jajaran penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan Armuzna, mulai dari pergerakan jemaah, layanan tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga tata kelola mabit di Muzdalifah dan pelaksanaan murur.

BACA JUGA:Jemaah Haji Lubuk Linggau Kembali ke Tanah Air 13 Juni 2026

BACA JUGA:1 Juni 2026 Jemaah Haji Kloter 1 Sumsel Tiba di Tanah Air

“Berakhirnya fase Mina bukan berarti tugas kita selesai. Justru saat inilah seluruh catatan lapangan harus dihimpun dan dievaluasi secara menyeluruh agar menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan haji tahun depan,” tegas Menhaj.

Menurutnya, penyelenggaraan haji 2026 secara umum berjalan dengan baik dan terkendali.

Namun demikian, pemerintah tetap membuka ruang evaluasi terhadap berbagai masukan dari jemaah, petugas, DPR RI, maupun pemangku kepentingan lainnya demi meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang

Menhaj menegaskan bahwa evaluasi tahun ini akan dilakukan lebih awal karena Pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan garis waktu awal penyelenggaraan haji 2027 kepada Indonesia.

BACA JUGA:Suhu 41 Derajat Celcius, Jemaah Haji Indonesia Dilarang Lontar Jumrah pada Pukul 10 Pagi Hingga 2 Siang

BACA JUGA:Jemaah Haji Lubuk Linggau dan Muratara Menuju Mina

Dengan demikian, proses perencanaan, pengadaan layanan, dan penyempurnaan tata kelola dapat dilakukan lebih matang dan terukur.

“Kita ingin seluruh pengalaman lapangan tahun ini menjadi pelajaran berharga. Evaluasi harus dilakukan sejak dini agar layanan haji 2027 semakin tertata, semakin ramah lansia, lebih responsif terhadap kebutuhan jemaah, serta mampu menghadirkan ibadah yang aman, nyaman, dan membahagiakan,” jelas Menhaj.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan