Takut Sekolahkan Anak ke Ponpes Begini Tips Memilih Ponpes
Ustadz Muhammad Ahsan, L.C., M.H - -foto dokumen pribadi- -
KORANLINGGAUPOS.ID - Akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan atas kejadian asusila atau pencabulan terhadap santriwati, diduga pelakunya oknum pengurus pondok pesantren (Ponpes).
Sehingga masyarakat menjadi takut untuk menyekolahkan anaknya ke Ponpes.
Berikut ini ada tips bagi orang tua untuk memasukan anaknya sekolah di Ponpes dari Ustadz Muhammad Ahsan, L.C., M.H mudir Raudhah Boarding School Kota Lubuk Linggau.
"Kita melihat beberapa hari akhir ini di media sosial sempat diramaikan beberapa fenomena yang sangat kita sayangkan terjadi di lembaga-lembaga pesantren, ada kasus asusila dan semisalnya," katanya kepada KORANLINGGAUPOS.ID.
BACA JUGA:Tanggapi Kasus Asusila Oknum Mantan Pimpinan Ponpes, Ini Kata Ketua DPD FORPESS Lubuk Linggau
BACA JUGA:Wali Kota Lubuk Linggau Sebut Keberadaan Ponpes Berdampak Terhadap Perekonomian Daerah
Ditambahkannya, semestinya lebah lembaga pendidikan pesantren sebagai wadah atau tempat untuk penuntut ilmu bagi para santri atau pun santri wati sehingga memiliki akhlak dan adab-adab baik sehingga kedepannya bisa menjadi bermanfaat bagi agama dan kaum muslimin.
Tips yang pertama cari lembaga-lembaga yang sudah memiliki legalitas diakui negara dan masyarakat kaum muslimin secara umum. Calon wali santri perlu memahami hal ini mencari tahu apakah lembaga sudah memiliki izin yang dikeluarkan oleh negara kalau Ponpes izin dari Kementerian Agama (Kemenag).
Tips yang kedua calon wali santri atau santriwati harus mempelajari mempelajari latar belakang keilmuan para pengurus lembaga pesantren atau sekolah tersebut.
Hal ini penting, harus mempelajari seperti apa latar belakang keilmuan para ustadz, asatidz, pimpinan pondok, kyai atau para gurunya.
Harus dipelajari dari mana mereka belajar, apakah mereka betul-betul lulusan pesantren atau dari perguruan tinggi berlatang belakang agama Islam.
BACA JUGA:Siapkan Satgas dan Perwal Ponpes, Wali Kota Lubuk Linggau Segera Mitigasi dan Deteksi Dini
Atau belajar agama Islam secara intens di mana. Jangan sampai mereka ini dulu tidak dikenal sebagai penuntut ilmu, tidak pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren, baik itu saja secara formal maupun lembaga legal yang resmi.