Antisipasi Karhutlah, BPBD Muratara Libatkan Perusahaan

FOTO : Ilustrasi Karhutla--

KORANLINGGAUPOS.ID - Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) minta peran serta perusahan khususnya perusahan perkebunan  antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah).  

"Saya memperkuat koordinasi dengan beberapa perusahan supaya turut serta mengatisipasi Karhutlah karena ini merupakan tanggungjawab bersama. mereka tidak mau terjadi Karhutlah apa lagi kita tidak mau terjadi akrhutlah," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Muratara Hasbi Hasidqi, S.E., M.M kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Rabu 3 Juni 2026. 

Untuk itu, tambah Hasbi Hasidqi kolaborasi dalam hal antisipasi Karhutlah dan menanggulangi jika terjadi Karhutlah perlu dilakukan. Perusahan besar yang ada di Muratara semua punya peralatan untuk memadamkan kebakaran. 

Kalau hany mengandalkan peralatan yang dimiliki BPD terbatas. Mobil pemedam kebakaran ada 2 unit, mobil BPB ada 1 unit.

BACA JUGA:Masuk Musim Kemarau, Bupati Muratara Ingatkan Warga Agar Mewaspadai Karhutbunlah

BACA JUGA:Antisipasi Karhutla dan Tantangan Digital, Kapolda Sumsel Tekankan Sinergi Lintas Fungsi

Hasbi  Hasidqi menyebutkan bahwa daerah rawan karhutlah di Muratara Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Karang Dapo karena merupakan lahan gambut. Namun secara umum pada musim kemarau sebagaian lahan kering rawan terbakar karena banyak dedaunan kering sehingga mudah terbakar.  

Untuk itu diharapkan kepada masyarakat tidak sembarangan membuang puntung rokok karena dapat menyebabka Karhutlah. 

Hasbi  Hasidqi menyebut beberapa hari lalu tepatnya Jumat 29 Mei 2026 sempat ada beberapa titik hot spot Karhutlah di Kecamaatn Rawas Ilir. 

"Sempat ada hot spot di Rawas Ilir, kebun masyarakat yang terbakar. Ada dibeberapa titik. Namun besoknya sudah padam," akunya. 

Menurutnya hot spot tersebut terjadi saat cuaca sedang panas-panasnya. 

" Sempat naik hot spot saat cuaca sedang panas-panasnya," jelasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan