Ternyata Ilmu Lebih Penting Daripada Memperbanyak Ibadah

Ustadz Yusuf Abu Daniel --

KORANLINGGAUPOS.ID - Ustadz Yusuf Abu Daniel mengatakan, menuntut ilmu menurut sahabat Ibnu Umar lebih utama daripada beribadah selama 60 tahun lamanya. 

Dan juga disebutkan oleh sahabat Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, beliau mengatakan, "Sesungguhnya aku duduk di majelis ilmu sesaat saja atau sebentar saja lebih aku sukai daripada puasa sehari dan salat semalaman. 

"Begitulah tingginya kemuliaan ilmu di sisi para sahabat," kata Ustadz Yusuf Abu Daniel ketika menyampaikan kajian di Masjid Raudhatul Jannah Kota Lubuk Linggau, dikutif KORANLINGGAUPOS.ID. 

Ditambahkannya, mereka mengetahui apa yang paling bermanfaat bagi mereka. Ternyata ilmu lebih penting daripada memperbanyak ibadah. 

BACA JUGA:Menabung Memudahkan Kaum Muslimin Menunaikan Ibadah Kurban

BACA JUGA:Menjelang Puncak Ibadah Haji 2026, Setiap Tenda Disiapkan 238 Tempat Tidur

Al Imam Syafi'i pernah ditanya, "Bagaimana rakusmu dalam mencari ilmu ?" Maka Imam Syafi'i menjawab, "Rakusku dalam menuntut ilmu seperti rakusnya orang-orang yang suka menimbun hartanya, yang mencari kepuasan dengan hartanya. 

Ibaratnya kalau kita contohkan Qarun lah, Jemaah. 

Jadi Imam Syafi'i mengatakan, "Rakusnya aku dalam mencari ilmu seperti Qarun dalam cari uang dan harta." Begitulah rakusnya Imam Syafi'i dalam mencari ilmu. 

Dan beliau mengatakan ketika ditanya, "Bagaimana perasaanmu ketika mendapatkan ilmu?" Jemaah, kalau dapat ilmu perasaannya gimana? Biasa saja. Biasa kalau kita biasa jemaah. 

BACA JUGA:Sekda Musi Rawas Ingatkan JCH, Jaga Kesehatan dan Fokus Beribadah Selama di Tanah Suci

BACA JUGA:Ning Umi Laila Kunjungi Muba, Ajak Santri Pesantren Al-Hikmah Istiqomah dalam Ibadah

Tapi kalau Imam Syafi'i ketika ditanya, "Bagaimana perasaanmu ketika mendapatkan ilmu?" Kata Imam Syafi'i, "Aku kalau mendapatkan ilmu yang belum pernah aku dengar, maka seluruh tubuhku, anggota tubuhku ingin menikmati ilmu itu, ingin memiliki pandangan untuk bisa menikmati ilmu tersebut sebagaimana yang dirasakan oleh telingaku. 

Jadi ibaratnya gemetar sekujur tubuhnya. Jadi kalau Imam Syafi'i dapat ilmu baru itu seakan-akan seluruh tubuhnya bergemetar merasakan dahsyatnya ilmu dan nikmatnya ilmu. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan