Disdukcapil Muratara Laksanakan Program RANGKUL SAD

Disdukcapil Muratara laksanakan program RANGKUL SAD tujuannya untuk mempermudah bagi SAD mengurus administrasi kependudukan. -Foto : Dok. Disdukcapil Kabupaten Muratara-

KORANLINGGAUPOS.ID - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ada program Gerakan Administrasi Kependudukan Unggul Suku Anak Dalam (RANGKUL SAD)

"Program tersebut tujuannya untuk mempermudah bagi SAD mengurus administrasi kependudukan," demikian kata Plt Kepala Disdukcapil Kabupaten Muratara, Effendi, SH., M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Penduduk (Dafduk), Ria Anggraini, S.Pd., M.M kepada KORANLINGGAUPOS.ID.

Dijelaskannya, dalam program Rangkul SAD petugas Disdukcapil Muratara datang langsung ke desa yang ada SAD. "Program RANGKUL SAD ini merupakan program rekomendasi Kemenpan RB," tambahnya.      

Menurut Ria sapaan akrabnya pelayanan yang diberikan seluruh Adminduk diantaranya pembuatan akta kelahiran,  kartu keluarga (KK),  Kartu Tanda Penduduk Elektronik *KTP-El), Kartu Identitas Anak (KIA), pindah datang dan layanan kependudukan lainnya.

 BACA JUGA:ODGJ Juga Wajib Punya KTP-El, Disdukcapil Muratara Siap Jemput Bola

BACA JUGA:Adminduk Banyak Rusak Kena Banjir, Disdukcapil Muratara Sigap Jemput Bola

"Satu data, satu identitas, satu harapan untuk suku anak dalam yang lebih sejahtera," paparnya.    

Menurunnya program RANGKUL SAD sudah dilaksanakan di Desa Sungai Jernih Kecamatan Rupit.

Kendala yang dihadapi saat petugas Disdukcapil datang ke daerah komunitas SAD sepi tidak ada orangnya karena pergi ke hutan mencari makan.

"Saat kami datang kampung sepi tidak ada orang karena mereka pergi ke hutan mencari makanan. Dan memang kehidupan SAD berpindah-pindah jarang menetap," katanya.  

 BACA JUGA:Didatangi Petugas Disdukcapil Muratara, Masyarakat Terpencil Dapatkan Pelayanan Adminduk

BACA JUGA:Disdukcapil Muratara Berikan Pelayanan Adminduk Hingga ke Pelosok Desa

Untuk mengatasi permasalahan tersebut menurut Ria pihaknya akan berkoordinasi dengan camat dan kepala desa (Kades) yang  ada komunitas SAD untuk mengkondisikan agar mereka tidak pergi saat akan melakukan pelayanan pembuatan adminduk.

"Kita akan koordinasi dengan camat dan KAdes dulu, untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukan pelayanan RANGKUL SAD tersebut. Kita perlu janjian dulu agar tidak sia-sia," jelasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan