Progres Sensus Ekonomi 2026 Muratara Sudah 15,68 Persen
Progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Muratara sudah 15,68 persen--
Nanti petugas BPS Muratara akan mengunjungi usaha besar tersebut untuk memandu pendataan.
Namun demikian diharapkan mereka mengisi secara mandiri. "Jadi usaha besar tidak perlu di wawancara tapi bisa mengisi secara mandiri," sebutnya.
BACA JUGA:Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kota Lubuk Linggau Butuh Partisipasi Seluruh Pihak
BACA JUGA:Soal Sensus Ekonomi, BPS Muratara Masih Konsolidasi Anggaran
Namun demikian menurut Eko sapaan akrabnya terkadang perlu mendatangi secara untuk meng aksedensi bahwa terkait konsep definisi mungkin ada keraguan dalam mengisi visionernya. "Maka kami bantu asistensi untuk membantu melakukan pendataan tersebut," jelasnya.
Ia menyebut ketika kewi yang dikirim oleh BPS RI diisi barulah mereka mendatanginya untuk melakukan pendataan untuk mengisi kewi dengan diwawancara oleh petugas BPS Muratara.
"Jadi memang kita menghimbau mereka melakukan pengisinya secara mandiri oleh mereka sendiri," tambahnya.
Jumlah usaha besar di Kabupaten Muratara terdata sekitar 34 tapi memang terus berkembang. "Perkiraan tersebut berdasarkan data dari instansi dikumpulkan bahwa terverifikasi di Muratara ada 34 usaha besar," akunya.
Eko menyebut kategori perusahaan besar berdasarkan omsetnya lebih dari Rp 5 miliar perbulan.
BACA JUGA:Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fokus Audiensi Bupati Musi Rawas dan BPS
BACA JUGA:Jelang Sensus Ekonomi 2026 BPS Musi Rawas Laksanakanan Sensus Potensi Desa
"Ketika melakukan wawancara akan diketahui. Bisa jadi ada perusahan yang dulunya menengah sekarang menjadi usaha besar. Maka dari itu terus berkembang sesuai progres data di lapangan," paparnya.
Sedangkan asumsi untuk usaha kecil BPS melihat dari data OSS (Online Single Submission) di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muratara.
Diketahui bahwa jumlahnya yang memiliki NIB lebih kecil dari jumlah yang sebenarnya karena terkadang mohon maaf usaha rumahan tidak punya NIB.
Makanya BPS mendata door to door untuk mengetahui berapa banyak usaha mikro. Diketahui usaha mikro yang banyak tidak ada NIB.