Lakukan Ini Agar Anak Terhindar dari Anemia
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa terkena anemia. --
KORANLINGGAUPOS.ID - Anemia, suatu kondisi ketika jumlah sel darah merah di dalam tubuh berkurang hingga di bawah batas normal. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa terkena anemia.
Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang anak terkena anemia, diantaranya kelainan genetik, misalnya pada penyakit thalasemia dan anemia sel sabit. Kekurangan gizi atau nutrisi tertentu, seperti kekurangan zat besi atau vitamin (asam folat dan vitamin B12).
Penyakit tertentu, seperti penyakit autoimun, gangguan sumsum tulang, anemia hemolitik, hipotiroidisme, dan gagal ginjal
Infeksi kronis. Efek samping obat-obatan atau paparan bahan kimia tertentu. Cedera atau luka berat atau kanker, seperti kanker darah (leukemia).
BACA JUGA:Resikonya Ngga Main-main, dr Kartika Berbagi Cara Mencegah Remaja Kena Anemia
BACA JUGA:Anemia Karena Kekurangan Zat Besi, Atasi dengan Dua Makanan Ini
Lalu apa saja gejala anemia pada anak ? Dikutip dari alodokter Anemia pada anak di tahap awal sering kali menunjukkan gejala yang tidak khas, bahkan ada anak yang tidak merasakan keluhan atau gejala apa pun.
Namun, sebelum kondisinya parah, anak-anak yang mengalami anemia akan menunjukkan beberapa tanda seperti terlihat lemas atau lelah, terlihat malas bermain atau berinteraksi dengan orang di sekitarnya, kulit pucat atau kekuningan, mata menguning, jantung berdebar, sesak napas, sakit kepala, pusing, atau nyeri di tulang atau bagian tubuh tertentu, sering terkena infeksi, berat badan susah naik dan memiliki luka sulit sembuh.
Pada anak yang sudah duduk di bangku sekolah, anemia juga bisa menimbulkan keluhan berupa kesulitan belajar atau sulit berkonsentrasi di kelas.
Penanganan anemia pada anak akan disesuaikan dengan penyebabnya.
BACA JUGA:Waspada Anemia, ini Penyebabnya
BACA JUGA:RS Siloam Silampari Lubuk Linggau Beri Penyuluhan Anemia Pada Ibu Hamil
Jika anemia pada anak disebabkan oleh kekurangan zat besi atau vitamin tertentu, seperti folat dan vitamin B12, maka dokter akan meresepkan suplemen zat besi atau vitamin tersebut dalam bentuk sirup, tablet, atau puyer. Dosis pemberian suplemen pada anak akan disesuaikan dengan berat badan dan usia anak.
Selain pemberian suplemen, dokter juga akan menganjurkan Anda untuk memberikan Si Kecil makanan yang kaya akan zat besi atau vitamin. Hal ini bertujuan untuk membantu tubuh anak menghasilkan hemoglobin dan sel darah merah yang cukup.