Tips Budidaya Cabai Dilahan Bekas

Jika lahan yang digunakan lahan bekas bahaya jika terlalu memaksa memberi pupuk yang mengandung nitrogen secara berlebihan. --

KORANLINGGAUPOS.ID - Siapa bilang tidak bisa menanam cabai dilahan bekas. Pemanfaatan lahan bekas untuk budidaya tanaman justru sangat menguntungkan. 

Dari segi biaya dan tenaga, kita tentu bisa lebih menghemat pengeluaran dimana yang seharusnya kita merombak lahan kembali dengan sewa tractor maupun sewa tenaga dan juga meminimalisir biaya pemupukan. 

Namun tetap harus diingat, ada resiko tersendiri jika memanfaatkan lahan bekas karena pada lahan itu tentu masih menyisakan spora jamur atau mikroorganisme jahat didalam tanah.

Dikutip dari mitratani, Joko salah seorang petani cabai di Kabupaten Temanggung sudah mencoba menanam komoditas cabai dilahan bekas. 

BACA JUGA:Minggu Ketiga Juli Harga Cabai Merah di Lubuk Linggau Naik

BACA JUGA:Stok Menipis, Penyebab Harga Cabai di Musi Rawas Naik

Lahan yang digunakan lahan bekas tanpa olah lahan sama sekali. Jadi, sekitar kurang lebih 2 tahun ini dia memanfaatkan lahan bekasnya. Meskipun ditanam dilahan bekas, tanaman cabainya masih tumbuh dengan baik.

Joko menegaskan jika dalam olah lahan dengan pemupukan yang tepat dan sesuai dosisnya, sekali olah bisa buat musim tanam berkali – kali. Jadi seperti inventasi, sekali olah bisa dimanfaatkan untuk menanam lebih dari satu kali. 

Ini tips dari Joko. 

Lahan dengan luasan kurang lebih 1.000 m2 dengan muat sekitar 2.000 batang cabai, awalnya Joko cukup menggunakan pupuk dasar 100 karung pupuk kandang dan 200 kg pupuk SP-36. Ia sering tidak menggunakan pupuk dasar lain yang mengandung nitrogen tinggi jika bertepatan dengan musim penghujan. Pengaruh pemberian pupuk yang mengandung nitrogen secara berlebihan bisa menjadi sumber makanan patogen penyakit. 

BACA JUGA:Pekan Kedua Juli, Harga Cabai Rawit Hijau dan Cabai Keriting Naik di Musi Rawas

BACA JUGA:Harga Cabai di Musi Rawas Kembali Naik, Dari Rp 3.000 hingga Rp 10.000 Perkilogram

Kebutuhan unsur nitrogennya cukup menggunakan air hujan, dimana kandungan air hujan ini dominan akan unsur nitrogennya. Mengingat juga lahan yang digunakan adalah lahan bekas. Akan bahaya jika terlalu memaksa memberi pupuk yang mengandung nitrogen secara berlebihan. Yang kenyang bukan tanamannya malah jamur patogennya.

Pembuatan lubang tanam pada bedengan, cara beliau cukup unik beda dari petani pada umumnya. Pembuatan lubang tanam pada bedengan beliau cukup banyak. Ada lubang untuk tanam dan ada juga lubang untuk pemberian pupuk susulan.

Ketika usai panen tanaman tembakau beliau menunggu beberapa minggu untuk menanam tanaman cabai. Biasanya setelah bekas penanaman suatu tanaman, perlu melakukan sterilisasi lahan kemudian pemberian nutrisi kembali sebelum tanam. Tetapi beda halnya dengan cara pola tanam beliau. Tanpa sterilisasi dan pemberian nutrisi, beliau langsung menanam dilubang samping bekas tanam tanaman tembakau.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan