Ikuti Treand Kuliner Korea Putri Julika Sukses Kembangkan Usaha

Putri Julika di Kedai miliknya di Jalan Jendral Sudirman Desa F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas.-Foto : Muslimin/linggau pos-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Berawal dari hobi masak kini warga Desa F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas sukses membuka usaha kuliner makanan yang diberi nama Kedai One Piece di  Jalan Jendral Sudirman Desa F Trikoyo.

Saat dikunjungi KORANLINGGAUPOS.ID, Senin 4 Maret 2024, Putri Julika 25 tahun tengah sibuk melayani pembeli di kedai miliknya. Saat diwawancarai, Putri Julika menjelaskan usahanya sudah lama dibuka hanya saja masih dalam usaha rumahan.

"Awalnya saya membuka usaha ini karena bosan di rumah saja. Karena suka dengan dunia perkulineran, dan mencoba menu-menu makanan Korea, karena saya melihat sekarang itu banyak sekali usaha-usaha kuliner yang menjual makanan Korea," katanya.

Nah dari situlah ia  bereksperimen mencoba menu-menu tersebut, pertama posting di Facebook dan Instagram. Dari sana ia melihat baiknya respon masyarakat. Ia terus melanjutkan usaha kuliner ini, bahkan dari hasilnya itu  mulai menabung dikit demi sedikit, untuk membuat stand  dan membeli peralatannya yang belum ada.

BACA JUGA:Berhenti Dari Sales Adhe Sukses Bisnis Aqurium dan Ikan Hias

"Alhamdulilah kini usaha kuliner ini sudah lumayan banyak dikenal masyarakat khususnya di Kecamatan Tugumulyo. Bahkan banyak juga orang dari Lubuklinggau yang membeli jajanan di sini. Saya juga memberending  kedai ini dengan salah satu toko anime yaitu One Piece," jelasnya.

Kalau untuk menu ada banyak pilihan mulai dari Kimbab Ori itu harganya Rp 15 ribu, Kimbab Goreng  Rp 17 ribu, kimbab komplit Rp 25 ribu, kimbab komplit goreng Rp 27 ribu perporsinya. Selain itu ada juga woton Rp 15 ribu, Odeng Rp 15 ribu, Tapoki Rp 15 ribu.

Kalau untuk minuman ada Pop Ice Rp 5 ribu, Es Beng-beng Rp 7 ribu, Es Cincau Durian Rp 10 sampai Rp 15 ribu.

Selain itu juga ada menu yang dibakar, seperti gurita bakar dan cumi bakar, dan beberapa olahan dari kepiting, udang dan yang lainnya. Di kedai untuk kimbab goreng kalau lagi ramenya sehari habis sekitar 75 porsi. Namu jika di hari biasa berkisaran 40 samapi 50 porsi setiap harinya.

Nah kalau menu bakar-bakarnya itu sehari  bisa menghabiskan 5 kilo gurita, namun jika lagi rame-ramenya itu bisa menghabiskan sebanyak 13 sampai 15 kilo sehari, untuk Guritanya. 

BACA JUGA:Kapolres Tegaskan Kenaikan Pangkat Pengabdian Bukanlah Hal Yang Mudah Diperoleh

Kedepannya ia mempunyai cita-cita semoga bisa membuka usaha ini lebih besar lagi dan mempunyai cabang di mana-mana.

Kalau untuk bahan baku seperti cumi dan gurita itu sudah ada salesnya yang datang. Namun kalau yang lainnya biasanya beli di pasar atau pesan dari tokonya langsung.

"Saat ini saya hanya di bantu oleh adik saya dan satu orang yang berkerja di sini. Harapan saya semoga bisa memperkerjakan orang lebih banyak lagi," harapnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan