Jelang Lebaran Pesanan Keripik Meningkat

Sabtu 22 Feb 2025 - 21:11 WIB
Reporter : MUSLIMIN
Editor : RIENA FITRIANI MARIS

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Menjelang bulan suci ramadan, menjadi momen paling banyak orang-orang untuk berbelanja makanan ringan. Hal ini lantaran adanya tradisi di kalangan masyarakat untuk membagikan bingkisan makanan kepada kerabat atau rekan terdekat.

Momen ini tidak boleh dilewatkan oleh para pelaku usaha makanan ringan termasuk usaha mikro kecil  dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan mereka.  Salah satu yang memanfaatkan momen seperti ini adalah Roatun, warga Dusun I Desa Ciptodadi Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Selain menyambut momen menjelang bulan puasa saat ini di desa nya banyak sekali masyarakat disana yang mengadakan kegiatan pernikahan ini juga sangat menguntungkan bagi dirinya, karena kebanyakkan masyarakat  di desanya memesan berbagai macam olahan makanan ringan.

Roatun sendiri memulai merintis usaha pembuatan aneka kripik pisang dan singkong ini sejak tahun 2018 silam, namun saat itu dirinya belum memiliki izin yang lengkap. 

BACA JUGA:Masyarakat Musi Rawas Berhasil Kembangkan Usaha Keripik Sukun, Ini Tipsnya

BACA JUGA:Kisah Sukses Keripik Habibi, Dalam Sehari Bisa Memproduksi Ratusan Kilo Aneka Keripik

"Melihat antusias yang cukup bagus dari masyarakat , baru lah di tahun 2022 saya melengkapi semua izin yang diperlukan jika membuka usaha makanan ringanan," jelasnya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, 22 Februari 2025.

Untuk yang paling menjadi favorit yang di pesan itu keripik pisang dengan berbagai rasa, ada juga yang pesan kripik tempe dan kripik singkong. Bahan baku yang digunakan untuk keripik pisang itu pisang kepok, saat ini keberadaan pisang kepok juga sangat susah dicari, kadang untuk mencari pisang kepok ini terpaksa kami mencari ke desa tetangga, itu pun harga nya sudah tinggi.

Jika musim hajatan seperti saat ini banyak yang pesan kripik pisang dan kripik tempe, rata-rata sekali pemesanan itu sekitar 6 sampai 10 kilogram. Dengan harga perkilonya itu sekitar Rp 50.000. Dan biasanya lagi setiap tahunnya itu yang paling banyak orang memesan itu di waktu mendekati hari lebaran.

"Itu biasanya puncak orang yang order kripik di tempat saya. Untuk pemasarannya sendiri saya biasanya menggunakan media sosial seperti Facebook, instagram, Whatsapp dan juga melalui promo di tempat hajatan, bahkan  di kantor-kantor pemerintahan jika ada sedang ada kegiatan," ungkapnya.

BACA JUGA:Keripik Kentang Albaeta, UMKM Yang Berkembang Pesat Karena Pemberdayaan BRI

BACA JUGA:UMKM Keripik Pisang Berkembang Pesat Dengan Adanya Pemberdayaan BRI

Bahkan produk-produk yang telah dibuatnya sudah sering mengisi kegiatan- kegiatan yang ada di Desa hingga tingkat Kabupaten, biasanya jika ada kegiatan mereka menelpon minta diisikan stan mereka dengan produk buatan dirinya.

Ia berharap, usaha ini terus berkembang, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat di desa ini, terutama untuk ibu-ibu untuk menambah penghasil. 

Kategori :