MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Beberapa petani padi di Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sudah banyak beralih menanam kacang panjang
Menurut Susi, salahs eorang petani padi di Sumber Harta, alasannya beralih menanam kacang panjang lantaran memiliki masa panen yang lebih singkat, serta harga jual yang stabil sehingga dinilai lebih menguntungkan.
Saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID, Senin 24 Februari 2025 Susi mengatakan, untuk umur sayuran kacang panjang ia tanam saat ini sudah memasuki usia dua bulan.
“Memasuki umur dua bulan, kacang panjang sudah bisa dilakukan panensebanyak delapan kali panen sampai hari ini. Untuk panen pertama sampai panen ketujuh, sudah menghasilkan sekitar 200 kilogram sampai 250 kilogram kacang panjang,” ungkap Susi
BACA JUGA:Musim Penghujan Petani di Musi Rawas Pilih Tanam Kangkung, Ini Alasannya
Sementara untuk panen ketujuh sampai saat ini sudah mendapatkan 80 kilogram sampai 100 kilogram, kacang panjang yang sudah di panen. Karena setiap fase panen berikutnya, hasil panennya akan berlipat-lipat ganda. Kembali lagi dengan cara merawat sayuran kacang panjang.
Menurutnya merawat sayuran kacang panjang dengan benar, dengan cara disemprot pestisida dan pemberian pupuk yang rutin. Akan berdampak ke sayur kacang panjang bisa bertahan lama.
Kalau sayuran tumbuh dengan sehat, maka dapat melakukan panen, sebanyak sepuluh kali panen bahkan lebih.
Untuk bibit sayur kacang panjang, menggunakan bibit pertiwi yang dibeli, di toko perkebunan di Mura, tetapi jika stok kosong sering membeli di online.
BACA JUGA:Petani Desa Rejosari Musi Rawas Siap Tanam Padi Serentak
BACA JUGA:Ini yang Dilakukan Petani di Musi Rawas Agar Tanaman Kembang Kol Hasil Panennya Berlimpah
Ia menambahkan, dirinya melakukan peralihan dari bertani padi ke sayur kacang panjang. Karena disebabkan beberapa faktor. Seperti hasil panen sayur yang mudah dijual, masa tanam yang singkat. Serta sayur kacang panjang dapat dikonsumsi sendiri.
Terlepas dari itu, selama menanam sayuran kacang panjang, ada kendala yang dihadapi dalam masa tanam. Salah satunya serangan hama ulat dan daun menguning yang membuat gagal panen. Ini yang membuat dirinya sering melakukan penyemprotan pestisida secara rutin. Selesai dilakukan masa panen.
Ia menambahkan, luas lahan yang ditanam seluas seperempat hektar, serta menghabiskan 1 kilogram bibit dan menghabiskan pupuk 100 sampai 15 kilogram, dan memiliki harga jual per kilogram Rp 4.000.