KORANLINGGAUPOS.ID - Ikan dikenal sebagai salah satu makanan paling bergizi di dunia. Kandungan proteinnya yang tinggi, asam lemak omega-3, vitamin D, serta nutrisi penting lainnya menjadikan ikan sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin menjaga pola hidup sehat.
Mengonsumsi ikan secara teratur dapat membantu kesehatan jantung, mendukung kinerja otak, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Namun, sama seperti makanan lain, konsumsi ikan juga perlu dibatasi. Jika dikonsumsi berlebihan, justru bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan.
1. Paparan Merkuri Berlebihan
BACA JUGA:Bolehkah Madu Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes, Ini Penjelasannya
BACA JUGA:Bahaya Minum Kopi Instan bagi Kesehatan: Waspadai Konsumsi Berlebihan
Ikan laut besar seperti tuna, makarel, dan todak cenderung memiliki kadar merkuri lebih tinggi karena proses bioakumulasi. Asupan merkuri berlebih bisa menumpuk dalam tubuh dan mengganggu sistem saraf.
Gejalanya meliputi gangguan konsentrasi, tremor, masalah memori, hingga perubahan suasana hati. Menurut Scientific Reports, konsumsi tuna kalengan dalam porsi wajar (sekitar 80 gram untuk dewasa, 40 gram untuk anak-anak) masih aman, tetapi berisiko jika terlalu sering.
2. Risiko Keracunan Makanan
Ikan termasuk bahan pangan yang mudah terkontaminasi bakteri, parasit, atau racun bila tidak disimpan dan dimasak dengan benar. Keracunan bisa menyebabkan gejala seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare. Jenis ikan mentah seperti sushi atau sashimi juga berpotensi membawa parasit. Karena itu, pastikan ikan segar dan berasal dari sumber terpercaya.
BACA JUGA:Semester I 2025, Konsumsi Listrik Nasional Tumbuh, PLN Catat Penjualan 155,62 TWh
BACA JUGA:Ini Cara Sehat Konsumsi Pisang goreng
3. Alergi Ikan
Bagi sebagian orang, ikan bisa memicu alergi, meski dikonsumsi dalam jumlah kecil. Reaksinya berupa ruam, gatal, bengkak, bahkan kesulitan bernapas. Jika mengalami hal ini, sebaiknya segera hentikan konsumsi dan periksakan ke dokter.
4. Potensi Kenaikan Berat Badan