KORANLINGGAUPOS.ID - Seyogyanya menjaga iman seseorang menjadi cara mendekatkan kepada-Nya, memang kadang tidak selalu berjalan lurus dan stabil.
Ada masa dimana iman menguat, namun ada pula saat-saat dimana ia melemah maka menjaga iman sangat diperlukan.
Begitu pula dalam menjalankan akidah dan ajaran agama kadang semangat membara, kadang pula rasa malas menyelimuti apalagi kaitan menjaga iman gampang malas.
Maka penting bagi kita untuk memahami bagaimana cara menjaga iman dengan stabil.
BACA JUGA:Hakikat Dibalik Citra: Tantangan Memahami Batin Manusia di Era Modern
BACA JUGA:Jembatan Ladang Akhirat: Memaknai Hidup Sebagai Pilihan Manusia
Manusia berketapan untuk menjaga iman serta berbagai cara merawat hati agar tetap bersih dan lapang, mampu menerima segala takdir dengan ikhlas.
Demi menjaga iman atau meraih ridha Allah SWT akidah dan pemahaman Islam dapat diibaratkan seperti tanaman.
Agar akidah dan pemahaman menjaga iman dalam diri menjadi kokoh, maka ia harus ditanam dengan benar.
Berikut dikutip dari buku Islam rahmatan lil 'alamin tentang menjaga iman yang berbunyi:
BACA JUGA:Perjuangan Tanpa Hisab: Rahasia Manusia Surga di Hadapan Allah
BACA JUGA:Keseimbangan Manusia Baik: Mengintegrasikan Kebaikan Dunia dan Akhirat
A lam tara kaifa dlaraballahu matsalang kalimatan thayyibatang kasyajaratin thayyibatin ashluha tsabituw wa far‘uha fis sama'. tu'ti ukulaha kulla hinim bi'idzni rabbiha, wa yadlribullahul amtsala lin nasi la‘allahum yatadzakkarun
Artinya: Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimah ṭayyibah? (Perumpamaannya) seperti pohon yang baik, akarnya kuat, cabangnya (menjulang) ke langit, dan menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan untuk manusia agar mereka mengambil pelajaran.(surat ibrahim ayat 24-25)
Jika tidak memiliki akar yang kuat menancap ke dalam tanah, maka ia mudah tumbang bahkan oleh hembusan angin ringan.