KORANLINGGAUPOS.ID - Kanker serviks merupakan gangguan yang terjadi karena adanya perubahan sel-sel di leher rahim (serviks) menjadi ganas.
Kanker ini umumnya berkembang perlahan dan baru menunjukkan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut. Hal inil membuat banyak orang bertanya apakah kanker serviks bisa sembuh. Dan jawabannya, ya bisa sembuh.
Dikutip dari alodokter, kini berbagai metode pengobatan kanker serviks, seperti radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, hingga terapi target banyak membantu pasien pulih dan terbebas dari gejala, bahkan ada yang berhasil pulih sepenuhnya.
Namun, sangat tergantung pada beberapa faktor penting, seperti jenis kanker yang diderita, kondisi kesehatan pasien, penyebaran atau stadium kanker, kedisiplinan pasien, serta seberapa cepat penyakit ini terdeteksi dan ditangani dan respons tubuh terhadap pengobatan.
Karena, ada beberapa jenis kanker serviks yang memang tumbuh lebih lambat dan lebih responsif terhadap pengobatan. Pada kondisi ini, peluang sembuh biasanya lebih besar, terutama bila terapi dilakukan sejak awal. Tubuh yang relatif sehat biasanya lebih kuat menjalani pengobatan dan pulih setelah terapi. Karena itu, respons tubuh setiap pasien bisa berbeda, meskipun jenis pengobatannya sama.
Jadi, semakin cepat kanker serviks ditemukan dan diobati, semakin besar kemungkinan sembuh atau mencapai remisi, atau kanker hilang dan gejala membaik.
Biasanya, ada beberapa pengobatan kanker serviks yang mungkin disarankan dokter. Pengobatan kanker serviks yang pertama dengan cara operasi, untuk mengangkat sel kanker yang ada di serviks. Pada stadium awal, sel kanker masih kecil sehingga operasi bisa membantu mengangkatnya secara tuntas dan meningkatkan peluang sembuh.
Operasi bisa dilakukan dalam beberapa cara, seperti mengangkat jaringan tumor, trakelektomi radikal, atau histerektomi, tergantung pada lokasi dan ukuran kanker. Tindakan ini biasanya dipilih bila kanker belum menyebar luas.
Radioterapi, metode pengobatan kanker yang menggunakan sinar X atau sinar proton dengan radiasi tinggi untuk membunuh sel kanker. Pada kanker serviks stadium awal, radioterapi bisa dilakukan sebagai terapi tunggal atau dijalankan bersama prosedur bedah. Metode radioterapi bisa dilakukan dari luar tubuh (EBRT) atau dengan menempatkan implan radioaktif dekat sel kanker (brakiterapi), tergantung kebutuhan pasien.
Kemoterapi, pemberian obat antikanker lewat suntikan atau minum yang bekerja di seluruh tubuh untuk membunuh sel kanker. Obat ini sering digunakan bersama radioterapi untuk meningkatkan efektivitas terapi. Kemoterapi juga bisa menjadi pengobatan utama pada kasus kanker serviks stadium lanjut untuk memperlambat penyebaran sel kanker dan membantu meredakan gejala yang dirasakan.
Terapi target menggunakan obat yang lebih spesifik untuk menghambat tumbuhnya tumor sambil melindungi jaringan sehat di sekitarnya. Obat seperti ini biasanya diberikan bersamaan dengan kemoterapi pada stadium lanjut kanker serviks. Imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh agar lebih efektif mengenali dan menghancurkan sel kanker. Metode ini sering dianjurkan bersamaan dengan jenis pengobatan lain saat kanker sudah menyebar atau kambuh.
Namun perlu jadi catatan, tidak semua kasus kanker serviks memiliki hasil yang sama. Kanker serviks bisa sembuh total tergantung pada stadium dan respons tubuh terhadap pengobatan. Pada stadium lanjut, terapi biasanya difokuskan untuk memperlambat perkembangan kanker, mengurangi keluhan, dan menjaga kualitas hidup agar pasien tetap nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.