Seni Rasulullah Dalam Berinteraksi Dengan Istri

Minggu 10 May 2026 - 23:17 WIB
Reporter : MUHAMMAD YASIN
Editor : MUHAMMAD YASIN

KORANLINGAUPOS.ID - Ustadz Abu Asma Adre mengatakan setiap muslim yang berumah tangga pasti menginginkan kebaikan dan kebahagiaan di dalam kehidupan rumah tangganya.

Maka ia harus memperhatikan syariat Islam dan penerapannya yang telah dijalani Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Hadist-hadist  Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam banyak menceritakan tentang pergaulan  beliau dengan keluarganya, dengan istri-istrinya, dengan anak-anak, dengan para pembantu dengan orang-orang yang menjadi tanggungan, orang-orang dekat maupun orang-orang jauh.

"Kalau kita mencermati perjalan hidup Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sebaik-baiknya contoh," katanya saat menyampaikan kajian dengan judul Seni Rasulullah Dalam Berinteraksi Dengan Istri di Masjid Raudhatul Jannah Kota Lubuk Linggau dilansir KORANLINGGAUPOS.ID, dari Channel Youtube Linggau Mengaji, Ahad 10 Mei 2026.

BACA JUGA:Sejarah Takbir Idulfitri Sejak Jaman Rasulullah

BACA JUGA:Puasa Sebagai Jurus Sehat Rasulullah SAW

Ditambahkannya, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah teladan yang baik. Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di beliau berkata  bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah pendidik yang terbaik. Maka sungguh sangat buruk apabila seorang muslim tidak mengetahui teladan yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Rumah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak mewah adapun. Rumah  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sederhana terbuat dari pelepah kurma yang direkatkan dengan tanah liat.  Sedangkan atapnya terbuat dari pelepah kurma yang dianyam.

"Rumah yang sederhana namun isinya diisi dengan keimanan, diisi dengan kebaikan, diisi dengan Hikmah, diisi dengan kegembiraan. Kalau kita lihat rumah-rumah kaum muslimin hari ini mewah namun tidak terpancar kebahagiaan," paparnya.  

Kalau Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbicara dengan istrinya, anak-anaknya, keluarganya lembut, baik nada suaranya dan  intonasinya. Dan pembicaraan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memilih tutur kata yang baik dan tidak terburu-buru, pembicaraan mudah dipahami. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah pendengar yang baik.  

BACA JUGA:Mulai Juni 2026 Kemenag Ujicoba Transformasi Pembayaran Gaji Pegawai, Termasuk Tunjangan Profesi Guru

BACA JUGA:Ini Hukum Mengadzani Bayi yang Lahir Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengarahkan keluarganya untuk merubah kesempitan dan kesulitan ekonomi dengan bersabar dan ibadah.

Ibunda Aisyah mengisahkan pada suatu pagi ditanya oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, wahai Aisyah apakah hari ini ada makanan yang dapat kita makan. Lalu Ibunda Aisyah menjawab tidak ada ya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan kalau begitu aku berpuasa. 

Kategori :