Lebih Baik Belajar Bahasa Asing Sejak Anak-anak

Rabu 27 Mar 2024 - 22:29 WIB
Reporter : HIKMAH
Editor : SULIS

Pendapat ini didasari oleh kenyataan bahwa seorang anak mampu menyerap dan mempelajari lebih dari satu bahasa pada usia tersebut. 

Al-Kindi, seorang ahli bedah saraf, menyatakan bahwa otak manusia seiring bertambahnya usia akan kehilangan plastisitasnya. 

Dikutip KORANLINGGAUPOS.ID dari laman Ibudanbalita. Ada pendapat lain yang menentang hal tersebut.

Pendapat ini menyatakan bahwa jika pada usia dini seorang anak belajar bahasa asing, maka anak tersebut tidak mempunyai cukup waktu untuk mempelajari bahasa ibunya. 

BACA JUGA:Ponpes Uswatun Hasanah Lubuklinggau Sukses Selenggarakan Pekan Bahasa

Otak anak kecil yang belum matang masih adaptif atau fleksibel dalam menerima bahasa, sedangkan otak anak dewasa sudah terkontaminasi visi dan misinya.

Oleh karena itu kemampuan anak dewasa dalam belajar bahasa lebih rendah dibandingkan kemampuan anak kecil.

Dalam penelitian yang dilakukan Yeni-Komshian, Zubin dan Afendras menjelaskan bahwa seorang anak lebih mungkin untuk bisa mempelajari bahasa asing dan pengucapannya dibandingkan remaja atau orang dewasa.

Anak kecil yang pindah bersama orang tuanya ke negara baru sebelum mencapai usia dewasa akan mampu mempelajari bahasa masyarakat setempat, dan menggunakannya dengan baik melalui bahasa lisan setempat, bahkan di luar kemampuan orang tuanya.

BACA JUGA:11 Bahasa Daerah di Indonesia Alami Kepunahan, ini Penyebabnya!

Memang kapasitas otak anak kecil memungkinkan mereka mempelajari banyak hal, termasuk bahasa. Namun, inti dari mengajarkan segala sesuatu kepada anak adalah tidak boleh ada paksaan.

Boleh saja orang tua menstimulasi anaknya dengan bahasa asing, namun jangan memaksakan anaknya untuk mau belajar, apalagi menuntutnya untuk bisa dan menuntut agar ia cepat menguasainya.

Berikan pengalaman belajar sebanyak-banyaknya, namun bukan berarti anak harus mampu. Menurut para ahli, masa ideal untuk belajar bahasa selain bahasa ibu adalah usia 6 – 12 tahun.

Pada saat itu, daya pikir anak berada pada kondisi yang sangat plastis, sehingga kemampuan penyerapan bahasanya berfungsi secara otomatis. 

BACA JUGA:Andre Onana: Keren, Bisa Bicara dengan 4 Bahasa!

Dengan demikian, pro kontra idealnya anak belajar bahasa asing dari beberapa penelitian tidak dapat dijadikan kriteria keberhasilan dalam mengajar bahasa asing kepada anak.

Kategori :