Perempuan Haid Ziarah Kubur Apakah Diperbolehkan? Begini Hukumnya Menurut Empat Mazhab

Buatkan foto keren wanita berdoa di Ziarah Kubur-Ilustrasi -
KORANLINGGAUPOS.ID- Ziarah kubur adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam, terutama menjelang Ramadan.
Banyak umat Muslim melakukan ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada kerabat yang telah meninggal serta untuk mengingat kematian dan akhirat.
Namun, bagaimana jika seorang perempuan yang sedang haid ingin berziarah kubur? Apakah diperbolehkan dalam Islam?
Sebagimana yang dikutip KORANLINGGAUPOS.ID dari laman detik.com, berikut penjelasan hukum ziarah kubur bagi perempuan haid menurut empat mazhab yang dijelaskan dalam buku A-Z Ziarah Kubur dalam Islam (2019) karya Firman Arifandi.
BACA JUGA:Jelang Ramadan Kirim Doa Kepada Orang Tua yang Berpulang, Berikut Tuntunan dan Doa Ziarah Kubur
Mazhab Hanafi
Menurut Mazhab Hanafi, perempuan yang sedang haid diperbolehkan berziarah kubur. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Perempuan dalam keadaan haid dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan menghindari menyentuh makam secara langsung.
Selain itu, jika ziarah kubur menyebabkan perempuan menangis histeris dan meratapi orang yang telah meninggal, maka hukumnya menjadi haram.
BACA JUGA:Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadan 2025 Ramai, Ini 5 Doa Ziarah Kubur
Sebaliknya, jika tujuan ziarah adalah untuk mengingat kematian dan akhirat, maka hal tersebut diperbolehkan.
Mazhab Maliki
Mazhab Maliki memiliki pandangan yang hampir sama dengan Mazhab Hanafi.
Perempuan yang sedang haid diperbolehkan berziarah kubur selama tidak menimbulkan fitnah atau melakukan hal yang berlebihan seperti menangis histeris.
BACA JUGA:Ramai Ziarah Kubur Jelang Ramadan 2025, Begini Hukumnya dari Pandangan Islam dan Ulama
Jika seseorang merasa tidak mampu mengendalikan emosinya dan berpotensi meratap, maka lebih baik menghindari ziarah kubur.