Kapan Musim Kemarau 2025 Tiba? Ini Prediksi BMKG dan Dampaknya bagi Indonesia

Kapan Musim Kemarau 2025 Tiba? Ini Prediksi BMKG dan Dampaknya bagi Indonesia-Ilustrasi-

Musim kemarau bukan hanya berarti berkurangnya curah hujan, tetapi juga membawa dampak bagi berbagai sektor, termasuk pertanian, lingkungan, dan kesehatan.

1. Sektor Pertanian

Bagi petani, musim kemarau dapat menjadi tantangan karena berkurangnya pasokan air irigasi.

Komoditas seperti padi, jagung, dan sayuran rentan mengalami penurunan hasil panen jika tidak diantisipasi dengan baik.

BACA JUGA:Musim Kemarau Omset Penjualan Bibit Ikan Turun 30 Persen

Pemerintah dan petani perlu mempersiapkan strategi irigasi serta penggunaan varietas tanaman yang tahan kekeringan.

2. Kebakaran Hutan dan Lahan

Beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca kering yang berkepanjangan.

Oleh karena itu, pemantauan hotspot serta pencegahan dini harus ditingkatkan untuk menghindari bencana kabut asap seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Kemarau Hingga November, Damkar Lubuk Linggau Merinci Wilayah Rawan Karhutbunlah

3. Kesehatan Masyarakat

Saat musim kemarau, suhu udara cenderung lebih panas dan kering, yang dapat meningkatkan risiko penyakit seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dehidrasi, serta penyakit kulit.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan cukup minum air, menggunakan pelindung dari sinar matahari, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Meskipun BMKG memperkirakan bahwa curah hujan di tahun 2025 berada dalam kategori normal hingga di atas normal, fenomena seperti El Niño atau La Niña masih bisa memengaruhi pola cuaca.

BACA JUGA:Kemarau Berdampak ke Pelayanan PDAM, Warga Diimbau Tolong Hemat Gunakan Air

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan