Menjelang Ramadan, Pedagang Kembang Api Musiman Mulai Bermunculan di Musi Rawas

Lapak Ujang yang berjualan kembang api di depan Pasar B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo Kabupeten Musi Rawas, Rabu 26 Januari 2025 - FOTO : Gilang Andika-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana di Kabupaten Musi Rawas (Mura) mulai diwarnai dengan kehadiran pedagang kembang api musiman.

Mereka menjajakan berbagai jenis kembang api, mulai dari yang berukuran kecil hingga besar, dengan warna-warni yang memikat.

Para pedagang ini memanfaatkan momen tahunan ini untuk mencari rezeki tambahan.

Mereka berjualan di berbagai lokasi strategis, seperti di pinggir jalan utama, dan Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo.

BACA JUGA:Sidak Pasar, Pemkab Musi Rawas Berharap Pedagang Tak Naikan Harga Terlalu Tinggi

BACA JUGA:Pedagang Kue Musiman Panorama Akan Direlokasi ke Halaman Eks RS dr Sobirin

"Setiap tahun, saya selalu berjualan kembang api menjelang Ramadhan. Alhamdulillah, hasilnya lumayan untuk menambah penghasilan keluarga," ujar Ujang salah seorang pedagang kembang api Saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID, Rabu 26 Februari 2025.

Untuk penjualan kembang api, biasanya mengalami peningkatan pesat pada malam-malam menjelang dan selama bulan Ramadhan. Biasanya anak-anak dan remaja menjadi pelanggan utama, yang membeli kembang api untuk dimainkan saat malam hari.

"Saat malam anak-anak maupun remaja, bermain kembang api setelah shalat melaksanakan sholat tarawih. Yang bermain bersama teman-temannya, biasanya bermain di lingkungan Pasar B Srikaton,” tegasnya.

Ia menambahkan, bukan hanya dirinya saja yang menjadi pedagang musiman menjual kembang api. Ada juga beberapa toko mainan dan toko kelontong di Musi Rawas menjual kembang api. 

BACA JUGA:Jelang Ramadhan, BPOM dan MUI Lubuk Linggau Instruksikan ini ke Pedagang Takjil

BACA JUGA:Pandemi Covid-19 Masih Berdampak ke Pedagang Kaki Lima di Musi Rawas

Meskipun begitu, dirinya tidak mengambil pusing, sebab rezeki sudah di atur oleh Allah SWT. Maupun dirinya berjulan di hutan, jika sudah rezeki maka akan ada ornag yang membeli. Untuk kembang api yang dijual, merupakan sisa dari tahun baru sebelumnya.

Sebab dari tahun baru ke bulan Ramadan tidak terlalu jauh, jadi sisa barang penjualan ke marin masih bisa dijual, tetapi ada juga barang baru yang dipesan dari Lubuk Linggau.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan