Diskominfo Muba Ikut Rakor dan Pelatihan Humas yang Dibuka Menteri Meutya Hafid

Suasana Rakor dan Pelatihan Humas Pemerintah diikuti Diskominfo Muba secara virtual untuk mendukung kebijakan Pemerintah Pusat mewujudkan Indonesia Emas 2045 mendatang- Foto : Dok. Pemkab Muba-

Setelah rakor, Kepala Dinkominfo Kabupaten Muba, Herryandi Sinulingga AP komitmen Pemkab Muba di bawah kepemimpinan Bupati HM Toha dan Wakil Bupati Rohman untuk mendukung kebijakan pusat dalam meningkatkan literasi media khususnya untuk Muba.

Hal ini sejalan dengan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045 dan mewajibkan seluruh OPD menindaklanjuti keaktifan Website OPD dan mewajibkan seluruh OPD mengaktifkan medsos untuk wadah Komunikasi publik kepada masyarakat Muba.

BACA JUGA:Diskominfo Muba Hadiri Sosialisasi dan Bimtek Indeks Masyarakat Digital se-Sumsel

BACA JUGA:Begini Strategi Diskominfo Muba Tingkatkan Keamanan Data Digital

Juga sebagai wadah keterbukaan informasi publik serta sarana mewujudkan transparansi Pelayan Publik. 

Diskominfo siap mendukung arahan dan langkah strategis dalam pembangunan branding positif sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah.

Pada rakor tersebut, Dinkominfo Muba menyampaikan beberapa poin penting, antara lain:

1. Perlunya surat edaran dari Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai dasar kerja sama. 

2. Meminta kepastian perubahan nomenklatur Dinas Komunikasi dan Informatika di daerah agar disamakan dengan nomenklatur Kementerian Komdigi. 

3. Usulan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk mendukung transformasi digital di daerah, mengingat masih terdapat 56 desa blankspot di Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2025.

BACA JUGA:Tingkatkan Pengelolaan Data Berkualitas, ini yang Dilakukan Diskominfo Muba

BACA JUGA:Diskominfo Muba Dapat Penghargaan, Begini Harapan Herryandi Sinulingga

Menurut Herryandi Sinulingga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Komdigi dan seluruh penyedia layanan yang telah membantu membangun tower telekomunikasi dengan pembangunan tower dari tahun 2022 hingga 2024, jumlah desa blankspot di Muba berkurang dari 103 desa menjadi 56 sampai 26 Februari 2025.

Mereka berharap sisa wilayah blankspot dapat dilakukan percepatan kembali oleh vendor, khususnya oleh Telkomsel,  XL Axiata dan vendor lainnya.

Seluruh data 56 Desa serta koordinat lokasi blankspot sudah kami laporkan kepada Kementerian Komdigi dan seluruh vendor telekomunikasi yang beroperasi di Musi Banyuasin Provinsi Sumsel setiap tahun.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan