Shalat Amal Yang Pertama Kali Dihisab Oleh Allah

Ustadz Arif Muslim.-Foto: tangkap layar-youtube.com/@LinggauMengaji
Shalat ini berdampak kepada hisab amal-amal yang lain, kalau seandainya amalannya baik, amal shalatnya ini baik maka amal-amal yang lain itu akan dipermudah hisabnya oleh Allah subhanahu Wa Ta'ala
Ada standar perhitungan yang berbeda ketika di dunia dengan akhirat. Yang pertama di dunia kalau di dunia yang diperhitungkan itu adalah bagian akhirnya.
BACA JUGA:SDN 52 Lubuklinggau Unggulkan 6 Dimensi P5 Melalui Pembiasaan Shalat Duha
BACA JUGA:TK Nur Al Faeyza Lubuk Linggau Biasakan Anak Didik Shalat Dhuha
Jadi orang dinilai baik atau dinilai buruk itu yang menjadi penilaian adalah bagian dari akhir hidupnya.
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan sesungguhnya amal itu tergantung bagian akhirnya.
Jadi meskipun mungkin seorang yang puluhan tahun hidup dalam lembaran kegelapan dia lakukan namun ternyata di penghujung usianya dia jadi orang baik meninggal Husnul Khatimah.
Tapi ketika di penghujung hayatnya dia jadi orang baik maka di dunia Allah akan menilai dia sebagai orang baik.
BACA JUGA:Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan, anak TK ABA 5 Lubuk Linggau Diajarkan Tunaikan Shalat
BACA JUGA:Ajak Warga Shalat Subuh Berjamaah, Masjid Al Muhajirin Tanjung Aman Bagikan Sayuran Gratis
Kalau penghujungnya baik makanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Sesungguhnya amal itu tergantung penghujungnya.
"Tapi ini bukan berarti motivasi untuk terus berbuat dosa, nanti saya tobat, bukan itu. Tapi ini menunjukkan rahmat Allah subhanahu wa taala yang begitu luas," paparnya.