Tanda Anak Siap Dilatih Training Toilet
Anak perempuan biasanya memiliki ketertarikan lebih untuk mempelajari toilet traning, sehingga lebih cepat paham dibandingkan anak laki-laki- Foto : Dok Alodokter -
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Jangan sembarangan langsung mengajarkan anak toilet training. Pastikan hal ini dilakukan, ketika anak sudah siap.
Lalu bagaimana tanda anak siap diajarkan toilet training ?
Dikutip dari alodokter, toilet training merupakan proses anak belajar untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet layaknya orang dewasa. Pada tahap ini, anak diajarkan untuk tidak lagi BAK dan BAB di popok seperti yang biasa dilakukannya.
Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, sehingga usia tidak bisa dijadikan patokan anak siap menjalani toilet training. Namun, anak umumnya siap menjalani toilet training ketika usianya menginjak 1,5 tahun atau 2 tahun.
BACA JUGA:RSUD Siti Aisyah Laksanakan Rapat Forum Konsultasi Publik Penetapan dan Reviu Standar Pelayanan
BACA JUGA:Kreativitas Anak Didik dan Inovasi di TK Nur Al Faeyza Lubuk Linggau
Anak perempuan biasanya memiliki ketertarikan lebih untuk mempelajari toilet traning, sehingga lebih cepat paham dibandingkan anak laki-laki.
Untuk mengetahui kapan pastinya anak siap menjalani toilet training, cobalah lihat kesiapan fisik dan emosionalnya. Tanda-tanda anak siap secara fisik adalah ketika anak mampu mengontrol keinginan untuk BAK dan BAB. Selain itu, kesiapan fisik lain yang bisa menjadi tanda anak siap menjalani toilet training meliputi muncul ekspresi yang menjadi tanda anak sedang menahan BAK atau BAB, popok kering saat bangun tidur atau setelah 2 jam pemakaian, tidak BAB di popok saat malam hari.
BAB terjadi pada waktu yang sama tiap hari atau pada waktu yang tidak bisa diprediksi, anak mampu melepas dan memakai pakaian serta mampu berkomunikasi tentang pemakaian toilet, berbeda dengan kesiapan fisik, kesiapan emosional butuh waktu lama
Berikut ini adalah tanda-tanda anak sudah siap secara emosional untuk melakukan toilet training. Pertama menunjukkan tanda tidak nyaman ketika popoknya basah atau kotor dan meminta untuk diganti dengan yang baru. Lebih memilih memakai celana dalam ketimbang popok. Menunjukkan ketertarikannya ketika orang tuanya memakai kamar mandi
BACA JUGA:Marak Pencurian di Lubuklinggau, Outdoor AC SMPIT An-Nida Jadi Korban Pelakunya ada Anak-anak
Memberi tahu orang tuanya saat merasa ingin buang air. Menghentikan aktivitasnya atau menjauh dari orang lain ketika sadar bahwa dirinya ingin BAK atau BAB meski sedang menggunakan popok serta semangat mengikuti semua proses toilet training.
Lalu bagaimana cara melatih anak soal toilet training ?