Ini Jenis Batuk pada Anak Penderita Asma

Menurut dr Ricky, Asma bisa juga hanya disertai dengan batuk saja. Meskipun ada empat gejala asma pada pasien akut, yakni Batuk, wheezing, sesak nafas dan merada tertekan di dada - FOTO : Net-

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Asma tidak selalu disertai sesak nafas atau nafasnya terdengar 'ngik-ngik'. Hal ini ditegaskan dokter spesialis anak di RS AR Bunda Kota Lubuk Linggau, dr Ricky Pebriansyah Sp.A M.Ked.Klin.

Menurut dr Ricky, Asma bisa juga hanya disertai dengan batuk saja. Meskipun ada empat gejala asma pada pasien akut, yakni Batuk, wheezing, sesak nafas dan merada tertekan di dada

"Asma bisa hanya disertai batuk saja, Hanya saja batuk yang sifatnya ENTAR atau EVTAR," tegas dr Ricky.

ENTAR atau EVTAR jelasnya, yakni Episodisitas yakni bersifat berulang atau kronis. Lalu Nokturnal atau Variabilitas yakni batuk yang memberat pada malam hari atau dini hari. Trigger yakni batuknya pasti ada pemicunya misal setelah anak lari-lari, anak lebih sering tertawa ata bisa juga setelah anak terpapar asap rokok dan cuaca dingin. 

BACA JUGA:Redakan Batuk Secara Alami dengan Mengonsumsi Buah Pir, Begini Langkah Baiknya

BACA JUGA:Petugas Puskesmas Muara Beliti Musi Rawas Imbau Warga Waspada Flu, Batuk, dan Demam

Selanjutnya Alergi, dimana ada riwayat alergi pada keluarga atau orang tuanya dan terakhir Reversibilitas dimana batuk hanya membaik setelah diberikan obat pereda asma 

"Diagnosis klinis asma lebih kuat pada anak dengan gejala dan faktor resiko sesuai karakteristik tersebut," jelasnya.

Dikutip dari alodokter, gejala asma yang muncul pada setiap anak bisa berbeda-beda. Hal tersebut membuat asma pada anak sulit terdeteksi. Meski demikian, ada beberapa gejala utama yang umumnya muncul ketika anak mengalami serangan asma, yaitu sulit bernapas atau napas tampak berat dan cepat, tidak mau makan atau menyusu, kulit pucat disertai kuku dan bibir kebiruan.

Lalu anak tampak lemas dan kurang aktif, kurang bertenaga, mudah lemas atau capek, dan sering batuk saat beraktivitas. Otot dada dan leher tampak tertarik ketika anak bernapas atau hidung kembang kempis ketika bernapas, rewel karena merasa sesak atau tidak nyaman di dada

BACA JUGA:Pasien Puskesmas Muara Beliti Musi Rawas Didominasi Demam, Flu, dan Batuk

BACA JUGA:Cegah Anak Batuk Pilek, dr. Ricky Pebriansyah : Imunisasi Harus Lengkap

Pada kasus yang parah, asma pada anak bisa menimbulkan beberapa tanda dan gejala seperti napas terengah-engah dan cepat, sehingga cara bicaranya gagap atau bahkan anak tidak bisa berbicara sama sekali. Kesulitan saat menarik napas. Perut terlihat mengempis ke bawah tulang rusuk saat anak bernapas, masih merasa sesak napas meski telah mendapatkan obat asma. Penurunan kesadaran atau pingsan karena kekurangan oksigen.

Menangan nasma pada anak dan mencegahnya kambuh kembali bisa dengan cara mengenali dan hindari faktor pencetus kambuhnya gejala asma, karena faktor pencetus asma pada setiap anak berbeda-beda. Namun, gejala asma umumnya muncul saat anak terpapar asap rokok, udara dingin, debu, dan polusi udara, atau saat melakukan aktivitas fisik berat.

Berikan obat-obatan asma dimana ada dua jenis obat asma yang dapat diberikan dokter untuk menangani dan mencegah kambuhnya gejala asma pada anak, yaitu obat asma controller berfungsi untuk mencegah kambuhnya gejala asma. Obat asma yang tergolong sebagai obat asma controller adalah obat golongan beta agonis kerja lama (long-acting beta agonist/LABA), kortikosteroid hirup, leukotriene modifiers, dan teofilin dan obat asma reliever untuk meredakan gejala asma dalam waktu cepat saat kambuh. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan