Harga Jagung di Musi Rawas Mulai Naik, Tapi Sayang
Ketut Yasa petani dari Dusun VII Tribina Bali, Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti bersama dengan petani lainnya saat melakukan penjemuran jagung yang sudah dipipil, Rabu 16 Juli 2025-Foto :Muslimin/Linggau Pos-
KORANLINGGAUPOS.ID - Suka duka Petani di Dusun VII Tribina Bali, Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas pada musim tanam periode Maret- Juli 2025.
LAPORAN MUSLIMIN, MUSI RAWAS
Mulai meningkatnya harga jagung namun tidak disertai dengan hasil produksi yang maksimal.
Hal tersebut diakibatkan masifnya serangan hama ulat grayak di tanaman jagung mereka, tentunya adanya serangan hama mengakibatkan hasil produksi tanaman jagung mereka turun dengan drastis, biasanya dalam satu hektar bisa mencapai 5-6 Ton saat ini hanya bisa mendapatkan separuhnya.
BACA JUGA:Jagung Diusahakan Sebagai Tanaman Sela Bersama Aneka Sayur dan Buah Semusim
BACA JUGA:Bubur Jagung, Kuliner Tradisional yang Kembali Populer di Tengah Masyarakat
Ketut Yasa, petani dari Dusun VII Tribina Bali Desa Suro, sangat merasakan hal tersebut, dikarenakan serangan hama dan penyakit pada tanaman jagungnya sangat masif. Sehingga tanaman jagungnya pun mengalami penurunan hasil produksi yang sangat tinggi.
Untuk saat ini yang menjadi hama yang paling banyak menyerang tanaman jagungnya itu hama ulat grayak atau spodoptera frugiperda, hama ini merupakan hama penting pada tanaman jagung yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada daun.
"Bahkan hingga dapat menimbulkan kehilangan hasil panen, hama ini juga dikenal karena kemampuannya untuk merusak daun tanaman jagung dengan membuat lubang gerekan dan memakan daun dari tepi hingga ke bagian dalam," jelasnya saat diwawancarai wartawan KORANLINGGAUPOS.ID, Rabu 16 Juli 2025.
Ia pun menambahkan dengan luas lahan kurang lebih satu hektar, yang biasanya mendapatkan hasil 5-6 ton pada musim tanam kali ini itu hanya mendapatkan 2 ton jagung saja, meskipun saat itu sudah dilakukan pengendalian. Namun tetap saja hasil produksinya itu menurun.
BACA JUGA:Panen Jagung, Kapolres Lubuk Linggau Pastikan Pendistribusian Hasil Panen Terserap Dengan Baik
BACA JUGA:Mendekati Hari Raya, Produksi Makanan Ringan Emping Jagung Meningkat
“Untuk harganya saat ini sudah cukup membaik yang mana sebelumnya itu perkilonya hanya laku Rp 4.900 dan saat ini meningkat menjadi Rp 5.300 per Kg kalau hasilnya itu baik harga yang saat ini cukup baik itu kita bisa mendapatkan untung," ungkapnya.
Meskipun dengan harga jagung pipil kering yang saat ini cukup tinggi, namun petani belum merasakan keuntungan, karena hasil produksi tanaman jagung tidak maksimal. Sedangkan biaya bertani tanaman jagung ini sendiri itu cukup tinggi.
Sedangkan waktu itu pengendalian hama ulat ini sudah dilakukan dengan maksimal bahkan apa yang telah disarankan oleh PPL dan POPT serta teman-teman petani lainnya sudah kami ikuti, namun masih saja terjadi serangan hama ulat grayak ini.