Jagung Diusahakan Sebagai Tanaman Sela Bersama Aneka Sayur dan Buah Semusim

Direktur Produksi PT. Birrul Walidaen Agro (BWA), Zaini Amin menunjukan tanaman jagung - -foto dokumen pribadi--

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Jagung merupakan salah satu tanaman strategis di Indonesia, karena banyak diperlukan untuk kebutuhan substitusi beras, industri pangan dan industri pakan ternak di Indonesia.

Namun demikian, sampai saat ini Indonesia masih mengimpor jagung untuk kebutuhan domestik.  Laporan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (2024) mencatat bahwa tahun 2023, Indonesia mengimpor jagung sebanyak 1,35 juta ton atau setara dengan USD 422,30 juta. 

Hal tersebut kata Direktur Produksi PT. Birrul Walidaen Agro (BWA), Zaini Amin kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 12 Juli 2025. 

Kondisi tersebut di atas, mendorong pelaku usaha untuk berusahatani jagung melalui berbagai upaya.  "PT. Birrul Walidaen Agro (BWA) merupakan perusahaan yang mengintegrasikan usaha buah dan sayur tropis–ternak dan Agrowisata dengan model ekonomi sirkuler," tambahnya. 

BACA JUGA:Bubur Jagung, Kuliner Tradisional yang Kembali Populer di Tengah Masyarakat

BACA JUGA:Memanfaatkan Mesin Pompa Air Tidak Terpakai Menjadi Mesin Pipil Jagung

Zaini Amin mengungkapkan, setiap tahun perusahaan ini membutuhkan 40 ton jagung pipilan kering untuk kebutuhan pakan ternak dan aviary yang merupakan usaha yang terintegrasi dengan usaha buah tropis tersebut. 

"Jagung di PT. BWA diusahakan sebagai tanaman sela bersama aneka sayur dan buah semusim lainnya," ungkapnya.

Upaya ini diharapkan, sebutnya, selain memberi profit, juga memberi benefit berupa kelestarian lingkungan melalui model ekonomi sirkuler, menekan biaya tenaga kerja dan menekan serangan hama dan penyakit. Perolehan Benefit Budidaya Jagung sebagai Tanaman Sela

Pengembangan usaha tanaman tahunan atau tanaman keras, di antaranya durian, kelengkeng dan manggis yang dilakukan PT. BWA merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan biaya besar dan periode panjang untuk mencapai titik impas atau break event point (BEP).  

 BACA JUGA:Panen Jagung, Kapolres Lubuk Linggau Pastikan Pendistribusian Hasil Panen Terserap Dengan Baik

BACA JUGA:Mendekati Hari Raya, Produksi Makanan Ringan Emping Jagung Meningkat

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan