Kusta Bisa Sembuh, Ini Penjelasannya
Yohei Sasakawa, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, dalam kunjungannya bersama Menkes Budi G. Sadikin di Kabupaten Sampang, Madura- FOTO : Dok Kemenkes RI -
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Penyakit kusta ternyata bisa diobati, dan pasiennya bisa sembuh.
Bahkan Yohei Sasakawa, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination menegaskan, jika Kusta penyakit yang bisa disembuhkan. Sasakawa dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan kusta hanya menjadi ancaman jika tidak ditemukan dan diobati.
Kusta merupakan penyakit yang memiliki penularan lambat, jauh lebih sulit menular dibandingkan TBC atau COVID-19. Penyakit ini tidak akan menyebabkan kematian jika ditangani cepat. Tetapi stigma membuat orang terlambat mencari pertolongan.
Soal penanganan Kusta, Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi internasional seperti Sasakawa Health Foundation yang dipimpin Sasakawa sepakat memperkuat deteksi dini kusta di Indonesia.
BACA JUGA:Cara Sembuh dari Luka Trauma ala Psikolog Indah SJ, M.Psi
BACA JUGA:Ada Gejala Stroke Segera Bawa ke Rumah Sakit Agar Sembuh Tanpa Cacat Permanen
Ia bahkan siap memberi reward dan penghargaan kepada Puskesmas yang menemukan kasus kusta terbanyak. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan ketakutan dan praktik menyembunyikan data penderita
“Yang penting ketemu dulu. Angkanya naik itu bagus. Karena semakin cepat ditemukan, semakin cepat sembuh dan tidak menularkan,” tegas Menkes Budi.
Dalam pertemuan tersebut, Sasakawa juga menggarisbawahi komitmen WHO dan The Nippon Foundation dalam mendukung Indonesia bebas kusta. “Kita harus bekerja bersama, sebelum saya wafat, Indonesia sudah bebas kusta,” ungkapnya.
Kolaborasi lintas negara dan lintas institusi menjadi penopang utama upaya eliminasi kusta. Menkes pun memastikan kunjungan rutin dan evaluasi berkala setiap tiga bulan untuk memantau progres di lima daerah prioritas, termasuk Sampang.
“Jadi saya akan datang lagi Desember ini. Kita lihat siapa yang paling banyak menemukan kasus,” ungkap Budi.