Cacar Air dan Cacar Api, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Salah satu contoh cacar air yang terjadi pada anak-anak - Foto : dokumen Haibunda-

KORANLINGGAUPOS.ID – Meski sama-sama ditandai dengan ruam dan lenting berisi cairan di kulit, cacar air dan cacar api merupakan dua penyakit yang berbeda, baik dari segi penyebab, gejala, maupun dampaknya. 

Masyarakat sering menyamakan keduanya, padahal penanganan yang tepat sangat bergantung pada diagnosis yang akurat.

Dilansir dari Alo Dokter perbedaan cacar air dan cacar api yang perlu diketahui ialah bisa diketahui berdasarkan ciri khas yang ditimbulkan. 

Penderita cacar air biasanya akan mengalami gejala muncul ruam yang menyebar di seluruh tubuh berupa bintil berisi cairan, berukuran kecil dan muncul bersamaan dalam berbagai tahap (bintil baru hingga mengering), terasa gatal, disertai demam, badan lemas, sakit tenggorokan, dan penurunan nafsu makan. 

BACA JUGA:Cacar Air dan Gondogan Ternyata Menular, Begini Gejala dan Pencegahannya

BACA JUGA:Waspada Cacar Monyet Ditetapkan Sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat oleh WHO

Sementara penderita cacar api biasanya akan mengalami ciri khas dengan muncul ruam yang sering terjadi pada satu sisi tubuh saja, misalnya di area badan atau wajah, berbentuk bintil kecil berisi cairan yang berkelompok, terasa nyeri atau sensasi terbakar, disertai demam ringan, gatal, sakit kepala, kesemutan, bahkan gangguan saraf seperti neuralgia pascaherpes (nyeri saraf berkepanjangan). 

Biasanya, cacar air mudah menular melalui udara dari droplet batuk atau bersin, kontak langsung dengan cairan bintil, atau benda yang terkontaminasi cairan bintil. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak.

Sedangkan, cacar api umumnya tidak menular secara langsung antara orang dewasa. Namun, seseorang yang belum pernah terkena cacar air atau belum menerima vaksin varicella bisa tertular virus varicella-zoster dan mengalami cacar air jika bersentuhan langsung dengan cairan dari bintil penderita cacar api.

Cacar air biasanya dialami saat masa kanak-kanak dan umumnya tergolong ringan sehingga jarang menimbulkan komplikasi. Namun, pada sebagian orang, seperti bayi, lansia, ibu hamil, atau orang dengan daya tahan tubuh yang lemah berisiko, menimbulkan komplikasi, mulai dari infeksi kulit, bopeng, maupun pneumonia.

BACA JUGA:Waspada Penyebaran Cacar Monyet !

BACA JUGA:Waspada Penularan Cacar Monyet

Sementara itu, cacar api yang terjadi pada orang dewasa dengan daya tahan tubuh lemah atau lansia berisiko menimbulkan komplikasi, seperti nyeri saraf berkepanjangan (neuralgia pascaherpes) atau infeksi bakteri sekunder pada kulit yang terinfeksi.

Perbedaan cacar air dan cacar api selanjutnya adalah berdasarkan masa pemulihannya. Masa pemulihan cacar air dan cacar api tergantung dari kondisi tubuh dan tingkat keparahan yang terjadi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan