Misteri Ruh Manusia: Hubungan dengan Allah dan Malaikat
Misteri Ruh Manusia Hubungan dengan Allah dan Malaikat (Foto tidak Berhubungan dengan Artikel)--Tangkapan Layar
KORANLINGGAUPOS.ID - Tingginya kualitas ruh manusia itu tergambar dari ditunjukkan oleh keharusan tunduk seluruh malaikat kepada manusia.
Penggunaan istilah ruh manusia menunjukkan pengakuan Allah atas kedekatan hakikat Ruh dengan-Nya.
Kita memahami ruh manusia secara jelas para malaikat bersujud kepada nabi Adam setelah Allah SWT meniupkan Ruh-Nya ke dalam dirinya.
Makna ruh manusia ini, setelah Allah SWT menyempurnakan kejadian nabi Adam sebagai bentuk manusia.
BACA JUGA:Kembalikan Semua Urusannya Hanya Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
BACA JUGA:Jejak Dosa di Bumi: Memahami Larangan Allah dalam Konteks Sosial
Pernyataan Allah SWT tentang sebagian dari ruh manusia memberi pemahaman bahwa melalui ruh itulah Allah SWT menyampaikan sebagian dari sifat-sifat-Nya kepada manusia.
Dengan adanya ruh manusia seketika definisi manusia memiliki kehendaknya sendiri.
Berkat ruh manusia tersebut, saat di bumi dapat anugerah kebijaksanaan, mampu merasakan cinta dan kasih sayang, serta memiliki sifat yang mencerminkan aspek ketuhanan.
Berikut dikutip dari buku Islam rahmatan lil 'alamin tentang ruh manusia yang berbunyi:
BACA JUGA:Abdi Allah: Mengabdi Penuh, Menjauhi Hawa Nafsu
BACA JUGA:Ibadah Bukan Beban: Menikmati Keindahan Ketaatan dan Kedekatan dengan Allah
Wa jawazna bibani isra'ilal bahra fa atba‘ahum fir‘aunu wa junuduhu baghyaw wa ‘adwa, hattâ idza adrakahul gharaqu qala amantu annahu la ilaha illalladzi amanat bihi banu isra'ila wa ana minal muslimin
Artinya: Kami jadikan Bani Israil bisa melintasi laut itu (Laut Merah). Lalu, Fir‘aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menganiaya dan menindas hingga ketika Fir‘aun hampir (mati) tenggelam, dia berkata, Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain (Tuhan) yang telah dipercayai oleh Bani Israil dan aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri kepada-Nya). (surat yunus ayat 90)