Petani Musi Rawas Diminta Bijak Gunakan Pestisida

PPL Desa Air Satan Lela Yeyen saat mengedukasi petani menggunakan pestisida dengan bijak, Jumat 10 Oktober 2025-Foto : Dok. PPL Desa Air Satan -

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas terus memberikan edukasi kepada para petani agar menggunakan pestisida dengan bijak.

Hal ini perlu dilakukan karena banyak para petani kerap mencampurkan segala macam pestisida yang dapat mengakibatkan hama menjadi resisten atau kebal terhadap pestisida. Sehingga disaat timbulnya ledakan hama atau penyakit itu sangat sulit untuk dikendalikan.

“ kadang-kadang  petani kita ini semua pestisida dicampur dioplos segala macam jadi akhirnya hama dan penyakit nya menjadi resisten terhadap pestisida”. Jelas PPL Desa Air Satan Lela Yeyen Kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Jumat 10 Oktober 2025.

Kami juga terus memberikan saran kepada petani untuk selalu melakukan monitoring pada tanaman padi mereka, agar pertumbuhannya itu bisa selalu dipantau, karena penyebab pertumbuhan tanaman padi itu lambat itu banyak sekali faktornya.

BACA JUGA:Berani Hadapi Resiko, Petani Musi Rawas Budidayakan Melon Musim Penghujan

BACA JUGA:Budidaya Jambu Kristal, Petani Milenial Asal Musi Rawas Raup Omzet Puluhan Juta

Seperti dialami Toharudin salah satu petani di Kelompok Tani Kali Putih yang mengeluhkan jika tanaman padinya mengalami pertumbuhan kurang maksimal, untuk itu kita lakukan monitoring mulai dari kondisi tanahnya, itu kita lihat apakan pH tanahnya rendah atau tidak.

Jika renda kita lakukan pemberian kapur dolomite, agar kondisi tanah tersebut kembali normal pH tanahnya. Kemudian selalu menggunakan bibit benih dengan varietas yang unggul, kemudian untuk pengendaliannya hama dan penyakitnya itu menggunakan pestisida dengan bijak.

Untuk itu kami sarankan kepada petani dengan menggunakan fungisida, Insektisida dan perekat. Sehingga pengendalianya itu harus dilakukan dengan tepat. Untuk cara  pengaplikasinya itu yang baik itu dilakukan dengan cara dilarutkan terlebih dahulu, kemudian insektisida lalu baru dicampurkan dengan perekat. jelasnya.

Waktu pengapilkasinya juga ada jangka waktunya setelah dilakukan penyemprotan jika kondisi hama atau penyakitnya itu masih ada maka harus dilakukan kembali, jika sudah tidak ada untuk fungisida nya tetap dilakukan penyemprotan karena kondisi cuaca seperti saat ini.

BACA JUGA:Minimalisir Resiko, Petani Musi Rawas Atasi Hama Wereng dengan APH

BACA JUGA:Gara-gara Hama Jenis ini, Petani Melon di Musi Rawas Gagal Panen

Kemudian jika tanaman sudah memasuki masa vegetatif harus dilakukan penyemprotan dengan menambah nutrisi pada tanaman padi.  sembari pengendalian hama nya itu terus dilakukan. Karena biasanya saat tanaman sedang subur-suburnya itu hama dan penyakit sering menyerang.

Jika tanaman padi sudah dilakukan perawatan dengan maksimal serta pengendalian hama dan penyakitkan juga tepat  sasaran maka pertumbuhan dan hasil yang didapat itu juga sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu melalui kegiatan ini kami berharap petani dapat menjalankannya sesuai dengan anjuran. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan