Berani Hadapi Resiko, Petani Musi Rawas Budidayakan Melon Musim Penghujan
Sujianto saat sedang melakukan perawatan tanaman melon miliknya yang berusia sekitar 55 HST, Minggu 5 Oktober 2025 -Foto : Dok. Pribadi-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Menanam melon di musim penghujan potensi gagal panen cukup besar. Namun, sejumlah petani di Kecamatan Tugumulyo tak gentar akan itu.
Tergiur harga buah melon yang bakal naik, petani justru antusias tanam melon. Seperti yang dilakukan Sujianto warga Desa Sukakarya Kecamatan STL Ulu Terawas.
Melon yang ditanamnya kini sudah berusia sekitar 30-55 Hari Setelah Tanam (HST), Proses penanaman melon dalam tiga tahap.
Saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID, Minggu 5 Oktober 2025, Sujianto mengatakan untuk mencegah gagal panen melon saat musim penghujan, diperlukan perawatannya yang lebih ekstra.
BACA JUGA:Gara-gara Hama Jenis ini, Petani Melon di Musi Rawas Gagal Panen
BACA JUGA:Pajri, Petani Milenial Tanam Melon Merlin
Salah satunya, selepas hujan turun tanaman harus sering disemprot obat-obatan.
Hal ini untuk mengurangi resiko tanaman terserang hama dan penyakit sehingga dapat menurunkan hasil produksinya hingga mati.
Misal, kata Sujianto, malam atau pagi hujan, siangnya harus dilakukan penyemprotan.
"Biasanya jika musim penghujan penyemprotan 2 hari sekali. Dengan begitu, biaya operasional juga akan membengkak, meski demikian kami tak terlalu mempersoalkannya, karena sudah menjadi resiko yang diambil saat menanam melon di musim penghujan," jelasnya.
BACA JUGA:Yakin Lebih Untung, Warga Musi Rawas Tanam 1.400 Batang Melon di Sawah
BACA JUGA:Jangan Malu jadi Petani, Nikmati Sensasi Petik Buah Melon Premium di Mentari Farm Musi Rawas
Sujianto tetap optimis sebab harga jual buah melon juga cukup baik lebih tinggi dari pada saat musim kemarau.
Musim penghujan ini, Sujianto menanam melon tiga tahapan .