Semangat Pancasila Harus Terlihat Dalam Aksi, Bukan Hanya Peringatan
Eka Linda Anggraini - Mahasiswa - Foto : Dok. Pribadi -
KORANLINGGAUPOS.ID - Di tengah kemajuan zaman dan derasnya arus digitalisasi, masyarakat Indonesia, termasuk warga Kabupaten Musi Rawas, diingatkan untuk tidak melupakan jati diri bangsa.
Pancasila sebagai dasar negara bukan hanya untuk dihafalkan, melainkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilainya perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial semata.
Semangat pengamalan nilai-nilai Pancasila kini mulai diuji oleh perubahan zaman. Gaya hidup serba cepat dan individualistik membuat sebagian masyarakat, khususnya generasi muda, semakin jauh dari semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan toleransi yang menjadi ruh Pancasila.
Banyak kalangan menilai bahwa Pancasila saat ini sering hanya menjadi slogan, padahal esensinya justru terletak pada praktik nyata di lapangan. Masyarakat diingatkan bahwa menghafal lima sila belum cukup jika tidak dibarengi dengan penerapan dalam tindakan sehari-hari, seperti membantu tetangga, ikut kerja bakti, dan menghormati sesama.
BACA JUGA:Melayang di Rumah Allah: Tragedi di Masjid Agung Sibolga dan Refleksi Nilai Pancasila
BACA JUGA:MGMP Pendidikan Pancasila Musi Rawas Sukses Adakan Lomba Wawasan Kebangsaan 2025
Di tengah kemajuan teknologi dan media sosial, nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dengan cara sederhana, seperti menggunakan media sosial untuk menyebarkan hal positif, menghindari ujaran kebencian, serta menumbuhkan rasa saling menghargai antar warga.
Meski begitu, Musi Rawas tetap dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi kebersamaan. Hal ini terlihat dari berbagai kegiatan sosial yang dilakukan masyarakat, seperti kerja bakti memperbaiki jalan desa, pengajian bersama lintas usia, aksi donor darah, hingga bantuan sosial bagi warga kurang mampu. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia masih hidup dan dijaga.
Penguatan nilai-nilai Pancasila juga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan karakter kebangsaan harus terus ditanamkan, bukan hanya dalam bentuk teori di ruang kelas, tetapi juga lewat aksi nyata yang menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.
Pengamalan Pancasila dapat dimulai dari hal kecil, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menolong sesama tanpa pamrih, serta menghormati perbedaan agama dan suku. Nilai-nilai inilah yang seharusnya menjadi dasar kehidupan masyarakat Musi Rawas agar tetap harmonis di tengah keberagaman.
Pemerintah daerah juga terus berupaya menanamkan nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan pembinaan karakter bangsa, seperti lomba pidato Pancasila, kemah kebangsaan, dan kegiatan bakti sosial lintas generasi. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman moral dalam bertindak.
Berbagai kegiatan sosial dan pendidikan karakter yang terus digalakkan menunjukkan bahwa masyarakat Musi Rawas memiliki semangat tinggi dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Semangat gotong royong, kepedulian, dan toleransi menjadi kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan antar warga.