Harga Pangan Naik, Program MBG Lakukan Diversifikasi Menu
BGN menyadari pasar mulai menunjukkan tanda-tanda gejolak pasokan, termasuk mulai sulit ditemukannya buah di sejumlah pasar induk untuk MBG.-Foto: BGN.-
Diversifikasi juga dianggap efektif untuk membantu petani, peternak, dan UMKM lokal.
Ia mencontohkan kentang sebagai komoditas yang saat ini produksinya tinggi namun kurang terserap di beberapa daerah.
BACA JUGA:Sekda Musi Rawas Berharap SPPG Beli Bahan Baku Untuk MBG di Wilayah Setempat
BACA JUGA:Keterlambatan SPPG Laporkan Kegiatan MBG Berpotensi Menunda Pencairan Dana tahap Berikutnya
“Saya sudah meminta kepada Waka Operasional agar menginstruksikan SPPG menggunakan kentang sebagai pengganti karbohidrat sementara waktu. Tujuannya agar harga kentang terangkat dan serapan lokal meningkat,” tuturnya.
Nanik juga mengungkapkan bahwa pasar mulai menunjukkan tanda-tanda gejolak pasokan, termasuk mulai sulit ditemukannya buah di sejumlah pasar induk.
Kondisi ini memperkuat urgensi diversifikasi agar SPPG tidak bergantung pada satu atau dua jenis komoditas tertentu.
“Buncis, kacang panjang, wortel, dan pakcoy sudah mulai naik di pasaran. Diversifikasi ini penting untuk menyeimbangkan ulang permintaan,” jelasnya.
BACA JUGA:BGN Tegaskan Maksimal 3.000 Porsi MBG per SPPG
BACA JUGA:Setiap SPPG Wajib Mematuhi Pedoman Umum Tata Kelola MBG
Nanik menegaskan bahwa kebijakan penggunaan bahan baku oleh SPPG akan terus disesuaikan dengan kondisi pasar secara dinamis.
“Mana harga yang jatuh akan kita instruksikan untuk digunakan. Mana yang naik akan kita kurangi. Diversifikasi adalah kunci agar MBG tetap berjalan tanpa menekan pasar,” tutup Nanik.