BGN Siapkan Mekanisme Pendanaan Otomatis

BGN telah menyelesaikan proses uji coba virtual account (VA) untuk seluruh SPPG - Foto : Dok.BGN-

KORANLINGGAUPOS.ID - Badan Gizi Nasional menyiapkan mekanisme dan tata kelola pendanaan yang akan menjadi fondasi baru dalam Program MBG (Makan Bergizi Gratis) pada tahun 2026. 

Hal ini dipaparkan oleh Dadan Hindayana selaku BGN dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dilansir dari laman Badan Gizi Nasional (BGN), 11 Desember 2025.

Menurut Dadan, pendekatan ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk menjaga keberlanjutan layanan gizi nasional yang akuntabel. BGN telah menyelesaikan proses uji coba virtual account (VA) untuk seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG

Melalui skema tersebut, setiap SPPG akan menerima pasokan dana otomatis tanpa perlu mengajukan proposal harian atau reimbursement.

BACA JUGA:BGN Minta Kemenag Koordinir Pesantren Agar Segara Jadi Penerima MBG

BACA JUGA:BGN Apresiasi Polisi yang Ungkap Dugaan Produksi Ompreng MBG Palsu

“Setiap SPPG akan memiliki saldo operasional yang selalu tersedia. Jika dana tersisa 300 juta, sistem akan otomatis mengisi ulang menjadi 500 juta. Tidak ada lagi saldo kosong,” jelas Dadan.

Mulai Januari 2026, BGN menyiapkan distribusi dana harian sebesar Rp900 miliar, di mana 85% dialokasikan untuk pengadaan bahan baku pangan lokal. 

Dengan komposisi 95% berasal dari sektor pertanian, mekanisme ini diharapkan menjadi katalis penguatan ekonomi rakyat.

Dengan pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp335 triliun terdiri dari Rp268 triliun anggaran utama dan Rp67 triliun dana Cadangan, BGN memastikan program ini memiliki dukungan fiskal yang kuat untuk berjalan secara nasional.

BACA JUGA:BGN Tegaskan Maksimal 3.000 Porsi MBG per SPPG

BACA JUGA:BGN Pastikan SPPI Batch III Tak Akan Terlambat Lagi

“Dengan tata kelola yang lebih modern dan pendanaan yang stabil, kita membangun sistem yang bukan hanya cepat, tetapi juga kokoh dan berkeadilan,” tegas Dadan.

Dalam kesempatan tersebut, bertepatan dengan bencana yang melanda beberapa daerah, Dadan juga menyoroti kapabilitas SPPG sebagai unit yang paling siap dalam situasi darurat. Ia menyampaikan keprihatinannya dan mendorong SPPG di daerah terdampak untuk menyalurkan MBG kepada masyarakat sekitar.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan