Anak Malas Sekolah Gara-gara Gawai, ini Solusinya
Dra. Yuli Suliswidiawati - Foto : Dok. Dra. Yuli Suliswidiawati-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID – Fenomena anak enggan berangkat sekolah dan lebih memilih berlama-lama dengan gawai semakin sering ditemui di tengah keluarga.
Banyak orang tua langsung menilai anak “malas” atau “tidak disiplin”. Namun menurut psikolog Dra. Yuli Suliswidiawati, sikap tersebut tidak selalu sesederhana itu. Ada dinamika psikologis yang perlu dipahami sebelum memberi label pada anak.
Menurutnya, kebiasaan berlama-lama dengan gawai memang bisa menumbuhkan kecenderungan untuk menghindari tanggung jawab. Namun akar masalahnya sering kali bukan pada gawai itu sendiri, melainkan pada kebutuhan anak yang belum terpenuhi.
Dra. Yuli menekankan bahwa sikap anak sangat bergantung pada pola asuh orang tua. “Kalau anak merasa keberatan sekolah karena capek, lalu memilih main HP, itu tanda ia sudah lama terbiasa dengan gawai. Orang tua perlu hadir, bukan sekadar melarang, tetapi mendampingi,” jelasnya.
BACA JUGA:Psikolog Sukmadiarti: Pembentukan Karakter Sejak Dini Kunci Masyarakat Berakhlak dan Disiplin
BACA JUGA:Begini 3 Latihan Emosi Sebelum Masuk Sekolah ala Psikolog Aretha E. Ulitua
Ia menambahkan, menghentikan kebiasaan berlebihan dengan gawai memang penting. Namun cara yang dilakukan tidak boleh sekadar berupa aturan keras. “Kehadiran orang tua yang mau mendengar dan menemani sering kali lebih berarti daripada sekadar aturan,” katanya.
Sekolah menuntut anak untuk mengelola banyak emosi: disiplin, interaksi sosial, hingga tuntutan akademis. Di sisi lain, gawai menawarkan hiburan instan tanpa tekanan. “
Menurut Dra. Yuli, solusi bukanlah sekadar melarang gawai, melainkan membangun kembali motivasi anak melalui pendampingan yang hangat. “Perlahan, dengan dukungan orang tua, anak bisa belajar kembali mencintai proses belajarnya. Ia tidak perlu bersembunyi terlalu lama di balik layar,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara anak dan orang tua. Mendengarkan keluhan anak, memahami rasa lelahnya, dan memberi ruang untuk beristirahat adalah langkah awal yang bisa mengurangi ketergantungan pada gawai.
BACA JUGA:Anak Membunuh Ibu Terobsesi dari Game, Psikolog Irwan Tony : Kenali Ciri Anak Kecanduan Game Online
BACA JUGA:Saran Psikolog : Batasan Anak Harus Ditetapkan, Bukan Ditanyakan
Fenomena anak malas sekolah tidak bisa dilihat hanya dari permukaan.
Menurut Dra. Yuli Suliswidiawati, orang tua perlu memahami bahwa di balik sikap enggan sekolah, ada kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.