Ponpes Mafaza Lubuklinggau Siap Ciptakan Generasi Qur'ani dan Berprestasi

Pimpinan Ponpes Mafaza KH. Ferry Irawan AM foto bersama Kapolres Lubuklinggau dan para santri, di Mimbar Keramat Ponpes Mafaza, beberapa waktu yang lalu. -Foto: istimewa-Riena

LUBUKLINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID  - Yayasan Pondok Pesantren Mafaza Lubuklinggau merupakan yayasan yang menaungi beberapa program pendidikan, yaitu Paket Kesetaraan A, B, C, Madrasah Diniyah Mafaza, PAUD dan RA Mafaza, SMP Mafaza, dan SMA Mafaza.

Pondok Pesantren Mafaza yang beralamat di Jalan Kalianda No 06-09, Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara 2, Kota Lubuklinggau, dipimpin oleh KH. Ferry Irawan AM, S.Pd.I, MM.

Ponpes ini memiliki 3 gedung asrama santri putra dan 5 unit asrama putri. 

Dalam menjalankan  aktivitas kesehariannya memimpin pondok, ia dibantu oleh pengasuh ponpes putra Muhammad Sayyidul Barqi, S.Ag dan  pengasuh ponpes putri Arina Dienana, S.Pd.

BACA JUGA:Ponpes Mafaza Lubuklinggau Lahirkan Generasi Berkualitas

Saat ini ponpes memiliki santri mukim dan santri non mukim berjumlah total 400 orang, dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 39 orang.

Santri mukim yaitu seluruh santri SMP dan SMA Mafaza berjumlah 120 orang putra dan putri. Santri non mukim, terdiri dari santri PAUD, RA, dan Madrasah Diniyah Mafaza berjumlah 280 orang putra dan putri.

Sementara itu untuk Madrasah Diniyah Mafaza sendiri memiliki 120 orang santri.

Ponpes Mafaza memiliki visi terciptanya generasi yang hamilil Qur’an, Lafdzan Ma’nan wa Amalan yakni insan yang hafal Al-Qur’an, mengerti dan memahami serta berkepribadian Al Qur’an.

BACA JUGA:5 Amalan Terbaik Malam Nuzulul Quran di Bulan Ramadan

Untuk mewujudkan visi tersebut, dalam aktifitas belajar kesehariannya, pihak ponpes menerapkan sistem belajar yang terjadwal dan disiplin dalam penerapannya, seperti yang dijelaskan KH. Ferry Irawan AM melalui pengasuh ponpes putra Muhammad Sayyidul Barqi atau yang akrab disapa Barqi saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID Kamis 4 April 2024.

Seluruh santri mukim mengawali hari dengan melaksanakan shalat subuh berjamaah dan setelah shalat para santri membaca Qur’an di masjid ponpes, yaitu Masjid Syarif el Barqi.

Setelah para santri mempersiapkan diri untuk sekolah, mereka terlebih dahulu melakukan apel pagi, kemudian dilakukan metode talaqqi atau penyampaian kosakata dalam bahasa arab kepada seluruh santri secara bergantian, lalu dilanjutkan dengan Shalat Dhuha. 

Santri kemudian belajar di sekolah mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 11.50 WIB, setelah itu kembali ke asrama.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan