Jelang Idul Adha, Distan Kota Lubuklinggau Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Kantongi SKKH

SKKH: Masyarakat dihimbau beli hewan Kurban lengkap dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).-Foto: screenshoot- Sinar Harapan

BACA JUGA:Rumah Potong Hewan dan Unggas Belum Ada Yang Sudah Bersertifikai Halal

Pihaknya bersyukur, hingga saat ini belum ditemukan  kerbau yang terkena penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau Haemorraghic Septecaemia (HS) atau yang lebih dikenal penyakit ngorok. 

Sebelumnya ia mengungkapkan lagi-lagi hal ini dikarenakan populasi kerbau maupun sapi di Lubuklinggau memang tidak sebanyak seperti di daerah lain. 

"Populasi kita masih sedikit. Ya paling banyak hanya di daerah Ulu Malus, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 dan Kecamatan Lubuklinggau Utara 1 seperti di Kelurahan Mangun Rejo. Populasinya pun ya paling lebih kurang hanya 80 sampai 100 ekor saja. Belum ada laporan artinya belum ada temuan kasus. Kita juga 

Kita juga daerahnya yang ada populasi kerbau juga jauh," jelasnya. Namun tegas Abdullah Fikri, bukan berarti para peternak di Lubuklinggau jadi santai dan tidak waspada. 

BACA JUGA:Mengejutkan, 3 Hewan Endemik di Indonesia Kembali Ditemukan Setelah Dinyatakan Punah

"Harus tetap waspada. Karena ini virus yang bisa kapan saja tertular. Terutama dari media yang bergerak. Tetap pantau kesehatan hewan ternak mereka," pesannya. 

Untuk upaya pencegahan dari pihaknya, ia mengaku pihaknya rutin melakukan penyuluhan, komunikasi, edukasi dan informasi mengenai penyakit ini. 

"Kita juga rutin menyebarkan penyuluh kita mengingatkan  ke peternak kita untuk tetap waspada. Jika ada ciri-ciri yang mendekati seperti kerbau mereka tidak  biso bernafas, seperti setengah gila segera lapor. Nanti akan segera kita tindaklanjuti. 

Ketika ditemukan tegasnya, hewan tersebut segera diisolasi supaya tidak menularkan ke kerbau yang lain. Hal-hal pencegahan seperti ini tegasnya lagi harus terus dilakukukan meskipun belum ada kasus. 

BACA JUGA:Modal Rp 2,8 Juta Apin Sukses Bisnis Jual Makanan Hewan

"Memang sejauh ini yang kita tahu di Muratara yang sudah ditemukan kasus, karena populasi kerbau mereka cukup banyak. Yang perlu diingat peternak kerbau jika penyakit ini bisa tertular mau kerbau liar maupun kerbau ternak," pesannya lagi.  (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan